Kantor Gubsu Dilempari Batu, Edy Rahmayadi : “Kalau Anarkhis Perlu Kita Selentik Kepalanya”

912
Kaca di pos pengamanan Kantor Gubsu dilempar batu oleh sekelompok massa yang melintasi tempat tersebut, Selasa (15/1/2019).
tobasatu.com, Medan | Pos pengamanan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Medan dilempari batu oleh sekelompok massa yang melintasi tempat tersebut, Selasa (15/1/2019).
Kaca mobil juga menjadi korban pelemparan batu saat tengah parkir di Kantor Gubsu, Selasa (15/1/2019).

Akibatnya, sejumlah kaca di pos pengamanan pecah. Empat mobil yang parkir di depan pintu masuk Kantor Gubsu juga ikut terkena lemparan batu.
Informasi diperoleh tobasatu.com,
insiden ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, ketika massa melintasi kantor Gubsu yang menyebabkan kemacetan dan kemudian mencoba masuk ke Kantor Gubernur.
Petugas pengamanan Kantor Gubsu mencoba menghalangi masa yang ingin masuk, tetapi mereka langsung membalas dengan lemparan batu ke dalam kantor Gubsu yang mengakibatkan kerusakan kendaraan roda empat dan sebagian kaca jendela pos pengamanan.
“Tadi siang ada pendemo yang lewat di depan Kantor Gubernur, di depan macet dan mereka turun dari kendaraannya mencoba untuk masuk ke kantor. Saya tanya ini ada apa, langsung ada lemparan batu dari belakang. Saya langsung mencoba menutup gerbang. Biasanyakan ada surat kalau demo, tetapi ini tidak ada jadi kita bingung,” kata salah satu penjaga keamanan pos Kantor Gubernur Sumatera Utara Zainuddin Hasibuan.
Sebelumnya tidak ada surat atau laporan terkait demo di Kantor Gubernur sehingga tidak ada pengamanan dari pihak kepolisian.
Pengamanan di Kantor Gubernur juga seperti biasa, tidak prosedur pengamanan untuk demo.
Sebelum insiden pelemparan di Kantor Gubsu, terjadi demo dari Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) di Kantor Walikota Medan.
Mereka menuntut hak milik tanah di Wilayah Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia. Masa bergerak meninggalkan Kantor Wali Kota Medan dan mulai berkeliling di kota Medan.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tidak menganggap serius pelemparan batu oleh massa, dia menganggap ini hanya bentuk kefrustrasian masa yang tidak mendapat respon saat demo.
“Masyarakat yang emosi seperti ini tidak layak kita laporkan, kita perlu mencarikan mereka solusi. Seribukali demo, berkali-kali lempar batu, mau kita hukum dia masalah ini juga tidak selesai, yang perlu untuk mereka solusi. Saya nanti akan ke pusat untuk mencari solusi masalah ini (Sari Rejo),” jelas Gubsu.
“Tetapi, kalau tidak ada angin tidak ada hujan berbuat anarkis itu yang salah, nah itu yang perlu kita selentik kepalanya. Nakal itu tidak benar, tetapi kita perlu melihat konteksnya (mengapa mereka nakal). Saya tidak setuju mereka salah. Nanti kita lihat, kita pelajari, tetapi yang terpenting kita cari solusinya,” tambah Edy Rahmayadi.
Sedangkan untuk kerusakan kendaraan roda empat yang menjadi korban insiden pelemparan batu ini, Edy Rahmayadi mengatakan akan menjadi tanggung jawab gubernur.
“Untuk kendaraan yang terkena lemparan batu, ya Gubernur lah yang betulin,” tegas Edy Rahmayadi.
Sementara itu Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Provinsi Sumatera Utara, Ilyas Sitorus membantah dikatakan aksi pelemparan batu ke kantor Gubsu itu sebagai aksi teror.
“Terlalu jauh kalau kita katakan ini teror. Di beberapa media mengatakan kantor Edy Rahmayadi diteror, dilempari, tidak seperti itulah, ini yang kena kan hanya pos pengamanan, masih jauh dari kantor,” kata Ilyas Sitorus. (ts-02)
BACA JUGA  Kapentak Lanud Suwondo "Itu Situasional di Lapangan"
Loading...
loading...