Agar Maju, Aparatur di Sumut Harus Berkualitas

169
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batubara, Kamis (31/1/2019). Gubsu dalam kesempatan itu melakukan pertemuan dengan Bupati, OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah serta Kepala Sekolah se Kabupaten Batubara

tobasatu.com, Batubara | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyatakan bahwa Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi penentu bagi suatu daerah untuk maju. Sebab, aparatur yang memiliki SDM berkualitas akan mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) secara maksimal.

“Kualitas sumber daya manusia akan menjadi penentu kemajuan bangsa di masa depan, bukan hanya sumber daya alamnya,” tutur Edy Rahmayadi ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batubara, Kamis (31/1/2019).

Dalam kesempatan itu, Gubsu Edy Rahmayadi diterima Bupati Batubara Zahir dan Wabup Batubara Oky Iqbal Frima, serta para Forkopimda, OPD, Camat, Kades, Lurah, Kepala Sekolah, Bhabinsa, Babinkamtibmas dan masyarakat Kabupaten Batubara di Aula PT Inalum, Tanjung Gading, Kabupaten Batubara.

Gubsu Edy mengatakan, bahwa tidak ada bedanya Kepala Desa dengan Gubernur, keduanya adalah pilihan rakyat.

“Gubernur dipilih masyarakat dan Kepala Desa juga dipilih masyarakat, hanya saja kalau Gubernur Sumatera Utara dipilih masyarakat se-Sumut, sedangkan Kepala Desa yang milih masyarakat desa itu,” kata Gubsu yang hadir bersama Ketua TP PKK Provsu Nawal Lubis Edy Rahmayadi.

Karena itu, menurut Gubsu, Kepala Desa itu juga mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat yang memilihnya atas tugas yang diembannya. Menjadi tugas Kepala Desa agar dapat meningkatkan kualitas SDM desanya untuk memajukan daerahnya.

Jika sumber daya manusianya tidak memiliki keahlian, kata Gubsu, mustahil untuk dapat mengolah SDA yang berlimpah di Sumut dan di Kabupaten  Batubara khususnya.

“Kita lihat Batubara, walaupun potensi sumber daya alamnya banyak, apabila tidak dapat dikelolah oleh SDM yang berkualitas maka daerah ini tidak akan pernah maju,” kata Edy Rahmayadi.

Edy juga mencontohkan, negara Singapura yang hanya memiliki kekayaan sumber daya alam sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan Kabupaten Batubara, namun mereka memiliki SDA sekitar 80 persen, yang dapat mengolah SDA-nya. Sehingga Singapura bisa lebih maju dan lebih kaya dari Indonesia.

BACA JUGA  Letjen Edy Rahmayadi dan H Musa Rajekshah Bantu Korban Banjir Tebingtinggi

“Untuk itu diharapkan kepada Kepala Desa di Kabupaten Batubara untuk dapat merubah sikap, pola hidup dan pola pikir serta tindakan untuk dapat membangun dan mensejahterakan rakyat Batubara,” katanya.

Disampaikan juga, sebentar lagi Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan terbesar di Asia Tenggara, untuk itu diharapkan masyarakat Batubara dapat memanfaatkan kondisi ini. “Untuk dapat menjadikan masyarakat Batubara yang Sejahtera dan Bermartabat,” jelas Gubsu.

Sebelumnya, Bupati Batubara Zahir dalam sambutanya mengatakan, saat ini Kabupaten Batubara menjadi kabupaten penyanggah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Hal itu sesuai dengan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Stategis Nasional, yang salah satunya dibangunnya pelabuhan internasional Kuala Tanjung.

“Dan proyek inilah yang akan menjadikan Batubara sebagai daerah bisnis yang sesuai dengan misi dan misi kami Bupati dan Wakil Bupati,” terangnya.

Disebutkan juga, kabupaten yang dimekarkan berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2007 tersebut, akan dijadikan pusat industri yang kreatif dan inovatif. “Inilah yang akan membantu pertumbuhan ekonomi di Batubara,” sebutnya.

Turut hadir pada acara itu, Asisten Pemerintahan Umum Djumsadi, OPD Pemprovsu, Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Tokoh masyarakat Prof Djohar Arifin. (ts-02)

Loading...
loading...