Wagub Sumut Soal Penahanan Dody Shah: Ini Bukan Cerita Keluarga

526
Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah saat menerima rombongan investor Korea, di Ruang Kaharuddin Nasution Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (15/10/2018). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah enggan mengomentari penahanan yang dilakukan Polda Sumatera Utara terhadap pengusaha Dody Shah, yang juga merupakan adik kandungnya.

Menurut Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijek, penahanan terhadap Dodi terkait masalah perusahaan yang dipimpinnya dan tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga.

“Saya ini sebagai Wakil Gubernur, tidak bisa berbicara masalah itu (penahanan Dody—red), tanyakan saja langsung ke PT nya. Karena ini cerita perusahaan bukan cerita keluarga,” tutur Ijek menanggapi pertanyaan sejumlah wartawan, di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (31/1/2019).

Menurut Ijek dirinya tidak ada lagi hubungannya dengan PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) karena sudah lama tidak lagi menjabat di kepengurusan perusahaan tersebut.

Namun menurut Ijek, jika memang Polda Sumut benar ingin menegakkan hukum, maka dia mendukung sepenuhnya penegakan hukum yang tengah dilakukan aparat kepolisian, dan hendaknya penegakan hukum itu juga diberlakukan secara adil dan merata kepada semua pihak yang juga membuka usaha di lahan yang sama.

Sebelumnya, personel Polda Sumut menggeledah rumah Dody Shah yang merupakan adik kandung Musa Rajekshah di Kompleks Cemara Asri, pada Rabu (30/1/2019).

Selain itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut dalam waktu yang bersamaan juga melakukan penggeledahan terhadap kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) yang berada di Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat.

Petugas bersenjata laras panjang terlihat berjaga-jaga di depan perusahaan tersebut, yang mengakibatkan aktivitas perusahaan menjadi terhenti.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana, yang dikonfirmasi kemarin membenarkan jika pihaknya memang melakukan penggeledahan. Namun ia belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut kepada wartawan. “Iya benar, personel Ditreskrimsus yang melakukan penggeledahan,” ungkapnya.

BACA JUGA  DPRD Sumut Paripurnakan Sertijab Gubernur Sumatera Utara

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol, Tatan Dirsan Atmaja, yang dikonfirmasi menyampaikan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan terkait alih fungsi hutan lindung menjadi perkebunan sawit di Kabupaten Langkat. Penggeledahan itu, kata dia, dilakukan di rumah Dody Shah dan juga PT ALAM.

“Penggeledahan ini terkait kasus hutan lindung yang diubah menjadi sawit di Langkat,” katanya.

Tatan menjelaskan, penggeledahan ini dilakukan setelah sebelumnya Polda Sumut mengamankan Dody Shah pada Selasa (29/1/2019). Tatan melanjutkan, Dody diamankan, setelah sebelumnya ia tidak memenuhi dua kali panggilan yang telah ditayangkan Polda Sumut. “Setelah diamankan, lalu dilakukan penggeledahan terhadap kedua lokasi itu,” jelasnya seraya menjelaskan status Dody masih sebatas saksi. (ts-02)

Loading...
loading...