Media di Sumut Dinilai Kurang Peduli dengan Sejarah Perkembangan Pers

366
Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah ketika meninjau Pameran Satu Abad Surat Kabar terbitan sumut, Rabu (6/2/2019). (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Sejarawan dari Universitas Negeri Medan Izhwan Azhari menilai media di Sumatera Utara kurang peduli terhadap sejarah perjalanan  pers di daerah ini. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya mendapatkan dokumentasi penerbitan perdana dari sejumlah koran terbitan Sumut, meski saat ini koran tersebut masih beredar di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu koran tertua yang dipamerkan di Pameran Satu Abad Surat Kabar yang terbit di Sumut, Rabu (6/2/2019). (tobasatu.com)

Bahkan menurut Ichwan Azhari yang merupakan pemilik Rumah Sejarah Medan yakni suatu lembaga non pemerintah yang konsern dalam penyelamatan sejarah bangsa, jejak perjalan pers di Indonesia khususnya di Sumatera Utara justru banyak didapatnya dari Eropa terutama Belanda dan Jerman, saat dia berkunjung ke sana.

“Wartawan dan media kurang perduli terhadap sejarah perkembangan pers, karena tak satupun koran di Sumut yang masih menyimpan penerbitan edisi perdananya. Padahal korannya masih beredar di tengah masyarakat,” tutur Ichwan Azhari ditemui wartawan saat Pameran Satu Abad Surat Kabar yang terbit di Sumut, Rabu (6/2/2019).

Salah satu koran tertua di Sumut yang ikut dipamerkan saat Pameran Satu Abad Surat Kabar yang terbit di Sumut, Rabu (6/2/2019). (tobasatu.com)

Ichwan mengaku pernah mendatangi kantor redaksi salah satu surat kabar milik tokoh pers di Sumut, dan menemui putra pemilik koran yang saat ini meneruskan usaha tersebut, namun ketika ditanya mereka ternyata tidak memiliki dokumentasi edisi pertama dari penerbitan surat kabar tersebut.

“Ada beberapa redaksi koran yang saya datangi. Tapi mereka tidak punya dokumentasi penerbitan cetak pertama korannya sendiri. Bahkan organisasi media seperti PWI dan SPS juga tidak punya dokumentasi cetakan pertama koran-koran yang terbit di Sumut,” tutur Ichwan.

Dalam pameran yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan  Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (PUSSIS-UNIMED) serta Rumah Sejarah Medan itu, dipamerkan sekitar 80 koran yang terbit di Sumut dalam kurun waktu tahun 1923-1970, serta sekitar 150 surat kabar Nasional, termasuk koran tertua di Indonesia yakni Perca Barat yang terbit di Batavia pada tahun 1870.

BACA JUGA  Layanan Grab Kini Bisa Dinikmati di Bandara Kualanamu

Dari sekitar 80-an surat kabar terbitan Sumut yang dipamerkan dalam pameran tersebut, beberapa diantaranya hingga saat ini masih terbit di tengah-tengah masyarakat, yakni Harian Waspada, Sinar Indonesia Baru (SIB) yang sudah berusia lebih dari separuh abad.

Menurut Ichwan, perjuangan yang dilakukan pers ini sangat penting untuk dipamerkan. Mengingat selama ini perjuangan pers tersebut tidak pernah dituliskan. “Makanya pameran ini penting untuk menggugah kesadaran nasional kita yang lahir dari pers,” sebut Ichwan.

Sementara Wakil Gubernur Musa Rajekshah yang meninjau pameran tersebut menyatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Ichwan Azhari, yang merupakan dosen di Unimed tersebut.

“Saya tidak menyangka seperti ini beliau pribadi tanpa bantuan manapun, dan bukan hanya koran saja banyak yang lain. Ini harus ini harus kita bantu agar generasi muda kita tau sejarah.  Agar bangsa lain juga tau sejarah bahwa Indonesia merdeka merupakan bantuan juga dari media. Tanpa ada media tidak terinfokan juga berita-beritanya. Walaupun ketika itu media terancam juga tapi masih memberanikan diri untuk memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan,” tutur Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijek.

Menurut Ijek, kedepan penyelamatan sejarah bangsa harus di dukung. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri menurutnya juga akan berkoordinasi bersama Dinas Pariwisata bagaimana agar museum milik Pemprov yang ada di HM Jhoni agar diperbaiki dan diefektifkan sehingga bisa menampilkan sejarah Sumut dan nantinya menarik wisatawan untuk menjadikan museum sebagai salah satu destinasi wisata.

Pameran Satu Abad Surat Kabar yang digelar di Kantor Gubsu selama tiga hari (6-8 Februari) diselenggarakan guna menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati pada tanggal 9 Februari.  (ts-02)

Loading...
loading...