Thomas Purba: Seluruh Kader IPK Diimbau Menahan Diri

314

tobasatu.com, Medan | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Medan angkat bicara terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang kadernya, Jarisman Saragih (22), di Jalan Cemara, Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/2) lalu.

Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba menilai, aksi pengeroyokan tersebut merupakan suatu perbuatan yang tidak berprikemanusiaan, dan tidak sportif dilakukan oleh sebuah organisasi.

“Seharusnya orang (korban) yang sudah tidak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang-orang, sungguh tidak punya prikemanusiaan,” ungkap Thomas kepada wartawan didampingi Sekjen Brando Z Simanjuntak, dan Ketua LBH IPK Medan Rahmad Romy A. Tampubolon di Kantor DPD IPK Medan Jalan Burjamhal Medan, Senin (4/2/2019) sore.

Selain itu, Thomas juga menegaskan jika kejadian ini bukanlah bentrok. Melainkan sebuah penghadangan, penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan orang terhadap kader IPK Labuhan Deli, ketika melintas di Jalan Cemara, usai menghadiri pelantikan di Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau.

Thomas mengatakan selain merenggut nyawa satu orang, kejadian ini juga mengakibatkan satu orang kader IPK lainnya mengalami luka-luka. Satu kader tersebut mengalami luka tembak dan dipanah.

“Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku, dan aktor intelektual dibalik kejadian ini,” imbuhnya.

Untuk itu Thomas mengaku, jika dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh kader IPK untuk melakukan pengawalan atas kasus tewasnya seorang kader mereka itu. Namun ia mengimbau kepada seluruh kader IPK agar menahan diri, sepanjang aparat kepolisian bekerja maksimal.

“IPK sudah membuat satu sikap, jika seluruh kader IPK saya instruksikan agar tetap dikawal,” sebutnya.

Namun Thomas menduga, ada motif lain dalam peristiwa ini kenapa bisa sampai terjadi. Khususnya yang berhubungan dengan penyelidikan kepolisian atas perambahan hutan.

BACA JUGA  Serang Polres Tanah Karo, 1 Warga Desa Lingga Tewas

“Saya kira mungkin ini ada hubungan. Mungkin pengalihan dari masalah kemarin, sehingga perhatian warga menjadi teralihkan,” tegasnya.

Menurut Thomas, peristiwa ini tidak akan sampai terjadi jika intelejen Kepolisian dapat bekerja maksimal. Karenanya ia dalam kesempatan tersebut juga mempertanyakan kinerja Polisi.

Namun begitu, Thomas menuturkan IPK siap mendukung Kepolisian dalam menuntaskan masalah ini. “Kalau memang kita sama-sama menginginkan Kota Medan dan Indonesia kondusif, ini harus ditindak tegas. Semua pelaku harus ditangkap, supaya ini kejadian ini tidak terulang,” pungkasnya.(ts-10)

Loading...
loading...