Pembangunan SPAM Desa Sarimunte Disoroti Masyarakat

263
tobasatu.com, Karo | Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Desa Sarimunte, Kecamatan Munte, Karo, disoroti masyarakat dan anggota DPRD Karo. Pihak terkait diharap segera mengusut agar pembangunan SPAM melalui dana desa 2018 lebih dari Rp500 juta itu benar-benar berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat desa.
Demikian dijelaskan anggota DPRD Karo, Jon Karya Sukatendel dan G Tarigan serta P Ginting warga desa kepada wartawan kemarin di lokasi sumber mata air SPAM Namo Ratah Lau Bengab desa Kutambaru, Kecamatan Munte.

Pembangunan SPAM, terutama jaringan pipaninsasi dari paralon dipasang di atas permukaan air sungai dan tebing sungai seperti tidak punya perencanaan. Terkesan asal jadi. Seketika bisa putus atau pecah dihantam arus atau kayu-kayu yang hanyut dibawa air sungai sewaktu banjir. “Saya yakin pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan perencanaan. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Pemkab Karo harus tinjau pelaksanaan pembangunan SPAM ini. Jangan asal diterima laporan siap. Tapi tolong dicek kebenarannya,” harap Jon Karya Sukatendel.

Menurutnya, dana cukup besar lebih dari Rp500 juta. Belum termasuk dana pembangunan sumber mata air SPAM terpasang plank di mata air sebesar Rp104.297.300 untuk pemasangan beronjong  pengaman mata air desa Sarimunte.

Sementara pantauan wartawan bersama anggota DPRD Karo Jon Karya Sukatendel dan masyarakat ke lokasi pemasangan pipa di Namo Ratah, Selasa (5/2) bahwa, pipa yang dipasang sudah pecah-pecah dan kurang berfungsi. Penyaluran air bersih ke Desa Sarimunte saat ini akhirnya menggunakan pipa lama yang dibangun kepala desa sebelumnya, Gonda Ginting tahun 90-an.

“Kalau pipa yang dipasang melalui dana desa 2018 kurang berfungsi akibat diduga asal jadi dan tanpa perencanaan. Sejumlah masyarakat desa Sarimunte mengaku kecewa dan mengharap pihak penegak hukum segera mengusutnya. Anggaran pembangunan pipa tersebut tidak sedikit. Dana itu tidak sedikit dan nyatanya sia-sia karena tidak berguna bagi masyarakat,” ujar sejumlah warga.

Kepala Desa Sarimunte, Rudi Amos Meliala yang dikonfirmasi wartawan bersama anggota DPRD Karo, Jon Karya Sukatendel ke desa Sarimunte, Selasa (5/2) tidak berhasil. Menurut warga, kepala desa masih berada di Jakarta menghadiri undangan pesta di Jakarta. (Ts.09)

Loading...
loading...