Emak-emak di Belawan Jalan Kaki 6 KM Demi Ikut Aksi Bela Ulama

111
Emak-emak ikut bergabungmelakukan aksi damai bersama Aliansi Umat Islam Bersatu dalam aksi bela ulama dan tokoh Islam.(foto : tobasatu.com/lee)

tobasatu.com, Belawan I Sejumlah emak-emak yang berada di Kecamatan Medan Belawan dan sekitarnya, rela berjalan kaki sejauh 6 kilometer demi mengikuti aksi bela ulama di Mapolres Belawan, Jumat (15/2/2019).

Mereka berjalan kaki dari Masjid Taqwa Jalan Komodor Laut Yos Sudarso Belawan hingga ke Mapolres Pelabuhan Belawan selama dalam perjalanan sepanjang lebih kurang 6 KM, dengan membawa spanduk bertuliskan “SPIRIT 212” disertai gambar Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) H.Irfan Hamidi dalam keadaan sakit, yang di bawahnya bertuliskan “ Tangkap Mafia Narkoba, Hentikan Kasus H.Irfan Hamidi dan Hentikan Lawan Kriminalisasi Ulama dan Tokoh “.

Aksi yang dilakukan emak-emak ini berbarengan dengan aksi damai yang dilakukan sejumlah massa di

Mapolres Pelabuhan Belawan, seusai sholat Jumat siang.

 

Koordinator aksi, Indra Suheri dalam siaran pers nya mengatakan, ribuan umat Islam dari Medan, Binjai, Langkat dan Deli Serdang ini melakukan aksi damai ke Mapolres Pelabuhan Belawan, karena adanya perlakuan ketidakadilan sebagaimana dialami H.Irfan Hamidi, meskipun dirinya dalam keadaan sakit harus menjalani proses hukum yang dihadapkan kepadanya.

 

Persoalan hukum yang dihadapi H.Irfan Hamidi berawal dari kiriman pesan WhatsApp (WA) dari salah seorang oknum TNI kepadanya, tentang adanya pengedaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan.

 

Pesan WA tersebut juga bersamaan dengan foto sepeda motor dinas Kepolisian bertuliskan BABINKAMTIBMAS, kemudian pengirim WA minta kepada H.Irfan Hamidi untuk menyampaikan kepada instansi terkait (pihak kepolisian).

 

Nyatanya persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut ternyata tidak ada ditanggapi, akan tetapi akhirnya H.Irfan Hamidi yang dilaporkan kepada Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan dan kemudian dilimpahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, pada Jumat (8/2/2019)sekira jam 20.30 WIB.

BACA JUGA  Dua Bandar Sabu Jaringan Internasional Ditangkap Polisi Berikut 1 Kg Sabu

 

Dalam siaran pers tersebut dikatakan, ironisnya kepolisian tidak ada meminta keterangan dari oknum anggota TNI yang sumber awal memberikan pesan WA, untuk menanyakan apakah benar adanya peredaran  dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Polres Pelabuhan Belawan, bahkan diketahui informasi sudah didamaikan secara lisan di kantor Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan, sedangkan H.Irfan Hamidi tetap dilakukan proses hukum, sehingga ini diduga sangat jelas ketidak adilan dan kriminalisasi yang dilakukan.

 

Dalam aksi damai unjukrasa tersebut, Aliansi Umat Islam Bersatu menyatakan sikap keberatan dan meminta pertanggungjawaban kepolisian atas tindakan tidak manusiawi dan tidak profesional kepolisian melakukan hukum, pemeriksaan terhadap salah seorang tokoh umat Islam Sumatera Utara H.Irfan Hamidi, padahal dirinya dalam keadaan sakit, sehingga tidak sadarkan diri (keterangan dokter), dalam kondisi kritis.

 

Aliansi Umat Islam Bersatu juga menuntut kepolisian Resor Pelabuhan Belawan, untuk mengungkap persoalan peredaran  dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya, sebagaimana juga disebutkan oleh oknum anggota TNI tersebut, dalam pesan WA disampaikan kepada H.Irfan Hamidi.

Aliansi Umat Islam Bersatu, juga meminta kepolisian berlaku adil, ketika mendamaikan dengan pengirim sumber awal pesan WA, tentang peredaran dan penyalahgunaan narkoba tersebut, maka demikian juga agar menghentikan laporan perkara maupun penyidikan terhadap H.Irfan Hamidi. (ts-14)

Loading...
loading...