Sampah Menjadi Malapetaka Jika Tidak Dikelola dengan Baik

1384
tobasatu.com,Sergai | Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman menghadiri acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 yang digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sei Parit Kecamatan Sei Rampah, Kamis (21/2).

Dalam acara tersebut hadir Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu S.Sos SIK M.Si, Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin SE MTr (Han), Pabung 02/04 DS Mayor Inf M Sirait, Camat, Kepala Desa serta puluhan pasukan Polres Sergai.

“Kita di Sergai membangun pengetahuan tentang kondisi persampahan di lingkungan kita, dengan cara melakukan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” terangnya

Menurut Bupati, dalam satu hari tidak kurang 31 ton sampah yang di buang ke TPA. Sampah-sampah yang berasal dari limbah rumah tangga, domestik dan perusahaan rumahan lainnya hanya di buang begitu saja di TPA ini tanpa diolah terlebih dahulu.

“Pengetahuan itu perlu, pada hari ini kita melihat kondisi TPA kita itu sudah kelebihan muatan melebar ke atas dan ke samping, sehingga ini akan menjadi bahan pemerintah melakukan upaya dalam mencari lahan baru,” paparnya

Selain pengetahuan, lanjut Bupati, ini merupakan wadah membangun kesadaran seluruh pemangku kepentingan betapa sampah ini menjadi malapetaka bersama jika tidak kita kelola dengan baik. Untuk itulah kesadaran merupakan hal utama yang harus dibangun agar gerakan mengatasi sampah dapat sama-sama dijalankan.

Sementara Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu S.Sos SIK M.Si dalam amanatnya menyampaikan peringatan HPSN tahun 2019 sengaja dilakukan di TPA dengan tujuan untuk mengajak masyarakat agar peduli dengan sampah karena sumber sampah berasal dari sampah yang berasal dari rumah tangga, pertanian, perdagangan perkantoran dan industri. Selain itu juga sampah berasal dari sisa bangunan dan konstruksi gedung, jalan raya, kegiatan pertambangan dan peternakan perikanan.

BACA JUGA  Hampir 80 Persen Sampah Plastik Memadati TPA Sampah Marelan

“Lokasi dan pengelolaan sampah yang tidak terkontrol akan dapat menjangkitkan penyakit seperti diare, korela, tyfus dan lainnya sehingga dapat berdampak pada lingkungan dengan memunculkan aroma tidak sedap sementara lingkungan merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia yang harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilai untuk dihormati, dihargai dan dijaga kelestariannya,” kata Kapolres

Lanjutnya, perilaku positif dari manusia terhadap lingkungan dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari sebaliknya perilaku negatif dapat menyebabkan lingkungan menjadi rusak. “Pada peringatan HPSN mengajak semua elemen masyarakat untuk menghargai kehidupan bersama, merasa memiliki tanggungjawab moral terhadap alam semesta serta mencintai menyayangi dan melestarikan alam dan isinya karena manusia diciptakan bertanggungjawab dalam kebersihan lingkungannya,” pungkasnya.

Di sela-sela acara, Bupati Soekirman meninjau beberapa sungai dan parit yang terdapat di sekitar TPA tersebut dan juga meninjau areal belakang TPA dengan mengendarai sepeda .otor. Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau labrik lengolahan limbah plastik yang berada di Desa Penggalangan Kecamatan Sei Bamban.

Saat berada di pabrik tersebut, Soekirman menyampaikan bahwa keberadaan pabrik pengolahan limbah plastik ini sangat membantu untuk mengurangi limbah plastik yang pada kenyataannya sangat sukar untuk terurai. Dengan adanya pabrik ini diharapkan dapat sedikit banyak mengurangi limbah plastik khususnya di wilayah Tanah Bertuah Negeri Beradat.(ts-18)

Loading...
loading...