Konflik Bisa Diminimalisir Jika Pemimpin Mengikuti Ketentuan yang Berlaku

162

Bupati Soekirman  Narasumber  Talkshow  Yang Digelar Patron Institute

 

tobasatu.com, Sergai l Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman kembali diminta menjadi narasumber di kegiatan gelar wicara (talkshow) yang bertema Zero Conflict Leader yang diadakan Patron Institute di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Medan Sumatera Utara, Jumat (22/2).

Gelar wicara yang dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi Drs Efi Brata Madya MSi memilih Soekirman sebagai narasumber dikarenakan Kabupaten Sergai sebagai daerah minim konflik. Hal ini tidak terlepas cara pemimpin dapat meminimalisir dan mengelola konflik di daerah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam paparannya menyampaikan bahwa Sergai diberi penilaian dari luar sebagai daerah minim konflik. Bagaimana mengelola daerah sehingga minim konflik.

“Sebagai pelayan publik terkadang seorang pejabat tidak boleh melakukan kesalahan. Karena ketika ada di jalur publik, penilaian negatif akan lebih mudah muncul dibanding apresiasi atas hal positif. Untuk itu kami sangat mengapresiasi penilaian yang diberikan oleh PATRON Institue kepada kami,” ujar Bupati.

Lanjutnya, konflik bisa diminimalisir jika pempimpin selalu mengikuti aturan main atau ketentuan yang berlaku. “Dalam UU No. 32/2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa pembagian tugas dalam hal ini antara Bupati dan Wakil Bupati. Jika mengikuti aturan dan batas kewenangan maka tidak akan terjadi konflik,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan bahwa pemimpin adalah mediator sehingga harus mampu memediasi jika ada potensi konflik yang mungkin terjadi. “Strategi penanggulangan konflik yaitu chemistry yang baik, populis, popularitas, integritas, kapasitas, elektabilitas dan kemampuan financial,” ujarnya.

Sementara Direktur Eksekutif PATRON Institute Fajar Siddik dalam sambutannya menyampaikan PATRON Institute adalah lembaga pelatihan, penelitian dan pengembangan jaringan pembangunan. “Melalui beberapa diskusi kecil dan identifikasi khusus untuk menetapkan tema zero conflict leader dalam talkshow ini yaitu dilakukan pada masyarakat dengan usia 25 tahun,” ujarnya.

BACA JUGA  Kerukunan Umat Beragama Faktor Penting Mencapai Kesejahteraan

Lanjutnya, pada tahun 1985 Soekirman sudah memprakarsai pompa pembangkit air bersih tanpa mesin dan mengalirkan air bersih di Desa Kotarih Pekan Kecamatan Kotarih. “Tokoh yang muncul dari masyarakat biasa dan memiliki kualitas kepemimpinan karena ingin berbuat bagi rakyat. Dalam masa kepemimpinannya tidak ada konflik yang dianggap berarti di kabupatennya, sehingga PATRON menganggap layak diidentifikasi sebagai zero conflict leader,” sebutnya.

Sedangkan narsumber Faisal Riza, Pemikir Politik Islam Kepemimpinan yang membawakan materi konflik dan cara mengelolanya menyampaikan isu yang sering muncul adalah perpecahan antara pemimpin dan wakilnya. Dan jika ini terjadi maka konflik akan berdampak luas. Sehingga pemimpin harus memiliki kemampuan mengelola konflik dan mencegah potensi konflik terjadi bahkan sebelum konflik tersebut terjadi.

Turut hadir dalam kegiatan gelar wicara Bupati Sergai Ir H Soekirman, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi Drs Efi Brata Madya MSi, Direktur Eksekutif PATRON Institute Fajar Siddik, Faisal Riza Pemikir Politik Islam Kepemimpinan, Kadis Kominfo Sergai H Ikhsan AP, para mahasiswa yang tergabung dalam BEM UIN dan UNIMED (ts-18)

Loading...
loading...