Bermula Dari Mengisap, Sopir di Sergai Coba Tanam Ganja di Ladang Cabai

216

tobasatu.com, Sergai | Bermula dari mengisap ganja, lelaki satu ini memutuskakan menanam ganja. Namun ia akhirnya diringkus petugas kepolisian.

Kasat Narkoba Polres Sergau AKP Martualesi Sitepu, menyebutkan, tersangka yakni Hendra (36), warga Dusun Suka Makmur, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai. Disebutkan Martualesi, penangkapan terhadap sopir itu dilakukan Rabu (6/3/2019). Barang bukti yang diamankan yakni sebatang tanaman ganja setinggi 128 cm.

“Personil Sat Narkoba mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya warga yang menanam tanaman ganja di ladangnya. Dari situ kita melakukan penyelidikan,” kata Martualesi, Kamis (7/3/2019).

Setelah 3 minggu penyelidikan, akhirnya diketahui jika ganja ditanam di areal perladangan cabai dan ubi di Dusun Suka Makmur, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai. “Kita juga mengetahui jika ganja ditanam oleh tersangka. Kita kemudian menangkap tersangka di rumahnya,” ujar Martualesi.

Selanjutnya dengan didampingi kepala dusun (kadus) setempat, dilakukan penggeledahan di ladang cabai yang d berjarak sekitar 100 meter dari rumah tersangka. Dari hasil penyisiran ditemukan 1 batang ganja yang ditanam di antara tanaman ubi dan cabai.

Dari hasil interogasi, kata Martualesi, tersangka menerangkan ganja ditanam sekitar 2 bulan dan belum pernah dipanen. Bibit ganja didapat tersangka ketika mengisap ganja. Saat itu tersangka menyisihkan biji ganja lalu ditanam sebagai bibit sebanyak 10 biji, tetapi yang tumbuh hanya satu batang.

“Dari hasil pengembangan kasus ternyata tersangka pernah ditangkap sekitar 2 tahun lalu saat berpesta ganja di gubuk di ladangnya. Namun saat sudah digari tersangja berhasil kabur dengan tangan tergari,” tutur Martualesi.

Dituturkan Martualesi, tersangka dijerat dengan pasal 114 Sub 111 UU RI No. 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (ts-18)

BACA JUGA  Kejari Belawan Musnahkan Narkotika dan Barang Bukti Tindak Pidana Umum
Loading...
loading...