Caleg Perempuan Dapat Pembekalan Soal Iklan Kampanye

77
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Prof Darmayanti, saat menjadi pemateri dalam dialog publik bertema “Strategi iklan kampanye bagi memenangkan perempuan dalam Pemilu” yang digelar, Sabtu (9/3/2019).

tobasatu.com, Medan | Masa kampanye Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) akan segera dimulai pada 24 Maret hingga 13 April 2019 mendatang. Untuk itu, semua pihak diminta mempersiapkan diri dan memanfaatkan waktu yang tersedia dengan semaksimal mungkin.

Untuk itulah, puluhan calon anggota legislative (Caleg) perempuan dari berbagai partai politik di Sumatera Utara mendapatkan pembekalan dan tips mengenai cara beriklan di media.

Lewat dialog publik bertema “Strategi iklan kampanye bagi memenangkan perempuan dalam pemilu” yang digelar, Sabtu (9/3/2019) itu sejumlah pemateri diantaranya Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiyah dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Prof Darmayanti, memberikan tips agar dapat memasang iklan di media dengan efektif.

Prof Darmayanti, menyebutkan kegiatan yang digelar ini karena akan memasuki pada tahap iklan kampanye, 24 Maret mendatang. Disisi lain, perempuan sangat lemah dalam memahami tentang bagaimana mengiklankan diri di dalam media. Karena anggaran calon legislatif perempuan ini juga tidak sama seperti laki-laki.

“Jadi hari ini kita mencoba menggelar dialog, dengan menghadirkan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia,”ujar Prof Darmayanti.

Prof Darmayanti menyebutkan dengan adanya masukan dan saran yang diberikan Nuning Rodiyah bagi para caleg, diharapkan adanya sinergi bersama, terutama dari media dan bisa saling memfasilitasi.

Seorang caleg sambungnya, harus mengetahui persis regulasi kampanye ini. Termasuk fasilitas apa saja yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga bisa mengoptimalkannya. “Yang paling penting jangan melanggar peraturan,”ujarnya.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiyah dalam paparannya menyebutkan, masa beriklan akan berlangsung selama 21 hari atau mulai 24 Maret hingga 13 April. Setelah masa tersebut, pihaknya ingin semua bersih dan tidak ada iklan kampanye lagi.

BACA JUGA  SMSI Sumut Tuding KPU Pilih Kasih dalam Penayangan Iklan Kampanye Pemilu

Iklan kampanye ini sebutnya, juga jatahnya hanya 10 spot setiap harinya bagi pelaksana kampanye di satu stasiun televisi. Namun, untuk hal tersebut juga biayanya tidak murah. Oleh karenanya, para caleg ini disarankan diminta untuk mencari informasi tarif iklan di masing-masing media, baik cetak, online ataupun radio.

Selain itu dia juga meminta agar para caleg perempuan ini untuk aktif bermain di sosial media, untuk menyampaikan visi, foto-foto kegiatan yang dilakukan. “Karena pertumbuhan pengguna internet dan sosial media ini hampir 100 persen,” pungkasnya. (ts-02)

Loading...
loading...