Telan Pil Penggugur Kandungan, ART dan Bayinya Tewas

331

tobasatu.com, Medan | Asisten Rumah Tangga (ART) ini ditemukan tak bernyawa di kamarnya. Ia tewas setelah menelan pil yang diduga kuat untuk menggugurkan kandungan. Bayi yang di kandungnya berusia 7 bulan juga tewas.

Info diperoleh, YL meninggal dunia di kediaman bosnya di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (9/3/2019).

Cerita bermula saat bosnya bernama Silvia memanggil korban yang ketika itu berada di dalam kamar. Karena hingga pukul 06.00 WIB, YL belum juga bekerja.

Saat berada di depan pintu kamar YL, Silvia malah dikagetkan dengan adanya darah yang keluar dari celah pintu. Saat ditanya, korban menjawab kalau itu merupakan darah menstruasi. Namun korban tetap tidak mau membuka pintu kamar. Semakin penasaran dengan gelagat aneh itu, suami Silvia bernama Yopi pun berniat mendobrak pintu kamar korban.

Namun itu urung dilakukan lantaran korban berkata dari dalam kamar, bahwa ia sedang tidak memakai pakaian. Tak lama kemudian, korban membuka pintu kamar. Saat itu kondisi korban sangat lemas. Melihat korban lemas, Silvia memberika susu. Selanjutnya asistennya itu mengaku kondisi badannya sudah mulai agak membaik

Dari sana korban meminta izin kepada majikannya untuk beristirahat sejenak. Beberapa jam kemudian, korban keluar kamar dan Silvia melihat ia hanya mengenakan handuk sebagai penutup tubuh. Silvia lalu membuatkan telur setengah matang untuk korban.

Saat mengantar telur ke kamar korban, Silvia tercengang melihat asistennya itu tergeletak dalam kamar dan darah berceceran. Silvia bergegas memanggil ambulan dan membawa korban ke RS Materna. Yopi juga menghubungi petugas Polsek Medan Baru dikarena mereka tak berani mengangkat korban ke dalam ambulan.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing melalui siaran persnya mengakui soal tewasnya YL dan bayi yang di kandungnya.

BACA JUGA  RS Adam Malik Rawat Bayi Kembar Siam Asal Taput

“Barang bukti kita temukan 3 papan obat merek S yang diduga untuk mengugurkan kandungan. Menurut medis, korban meninggal karena kehilangan banyak darah. Bayi juga dinyatakan meninggal dalam kandungan korban,” tutur Martuasah.

Saat ini jenazah korban sudah dipulangkan ke keluarganya untuk disemayamkan. (ts-05)

Loading...
loading...