Peningkatan Pendidikan Merupakan Prioritas yang Paling Mendesak

80

tobasatu.com, Sergai | ebagai mitra Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (pemkab Sergai) Bina Keterampilan Pedesaan Indonesia (BITRA) telah menunjukkan beragam keberhasilannya dalam hal membina masyarakat marginal. Oleh karena itu pada sarasehan BITRA ini patut diapresiasi karena mampu menjadikan kita sebagai umat manusia yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Demikian disampaikan Bupati Sergai Ir H Soekirman saat membuka acara Sarasehan ke-33 BITRA Indonesia bertempat di Dusun II Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (13/3).

Kegiatan Yang mengusung tema “Membangun Peradaban Bersama Rakyat Melalui Implementasi Nilai Nilai dalam Cakupan Inklusi Sosial “ turut dihadiri Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, mewakili Kapolres Sergai, mewakili Dandim 0204/DS,  Camat Pantai Cermin Drs Benny Saragih, MM, Direktur  Pusaka Indonesia, Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi serta ratusan anggota BITRA Indonesia.

Bupati Soekirman yang juga sebagai pendiri BITRA Indonesia berkisah bahwa yayasan BITRA ini seperti halnya perahu kecil yang menghadapi berbagai macam badai, karang serta tantangan. Namun berkat perjuangan yang cukup keras, semua itu dapat terlewati.

“Kepada seluruh yang hadir di sini, mari kita menerapkan ilmu sebagai insan yang ‘menjadi’, bukan sebagai insan yang ‘memiliki,” ajaknya.

Ditambahkan Soekirman, Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan, namun perbedaan tersebut bukanlah penghambat dalam menuju tujuan negara. Akan tetapi merupakan peluang dan kekuatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan. Sebagai mana yang tercantum pada Pancasila, yakni sila yang ke 3 Persatuan Indonesia merupakan kunci dalam mengelola perbedaan tersebut.

Selain itu, inklusi sosial dipahami sebagai sebuah upaya penting yang dapat mendorong keadilan dan kebersamaan dalam pembangunan nasional. Melalui inklusi sosial ini maka setiap masyarakat dapat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan negeri

BACA JUGA  Atasi Ketimpangan, Perguruan Tinggi Perlu Penyesuaian Kurikulum

Dijelaskan Soekirman, inklusi sosial setidaknya mencakup 3 bidang besar yang saling berkaitan yaitu pendidikan, sosial-budaya dan ekonomi. Dari ketiga bidang tersebut, peningkatan pendidikan merupakan prioritas yang paling mendesak karena dengan pendidikan anak dan remaja marginal bisa terbebas dari belenggu keterbelakangan.

Dalam kesempatan itu, Ketua badan Pembina BITRA Wayudi, mengemukakan rasa bahagianya karena hingga saat ini Yayasan BITRA bisa bertahan hingga saat ini. Dengan tekad yang kuat sarasehan dapat diselenggarakan hingga mencapai 33 kali.

“Sarasehan ini dibangun untuk tempat kita bertukar pikiran, mendapatkan pengetahuan yang baru. Apalagi sarasehan ini diikuti sebanyak 11 kabupaten/kota se-Sumut,” jelasnya.(ts-18)

Loading...
loading...