Gempa M 5,4 di Lombok Timur, 2 Wisatawan Malaysia Meninggal Dunia

258
Fempa berkekuatan M 5,4 mengguncang Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (18/3/2019). Dua wisatawan asal Malaysia dilaporkan meninggal duni dalam insiden ini.

tobasatu.com, Lombok Timur | Gempabumi tektonik kembali mengguncang Lombok Timur, Minggu (18/3/2019) pukul 14.07 WIB, yang dilanjutkan gempa susulan pada pukul 14.09 WIB.

 

Gempa dirasakan kuat selama 2-5 detik di Lombok Timur. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Beberapa bangunan ada yang roboh dan rusak.

Gempa yang berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat ini menyebabkan dua wisatawan asal Malaysia meninggal dunia.

Informasi diperoleh dari Kepala Pusata Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, selain menyebabkan 2 orang meninggal dunia, gempa juga mengakibatkan 44 orang luka-luka, 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan.

Adapun 2 orang meninggal dunia adalah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa material longsoran akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani.

“Satu korban meninggal sudah diidentifikasi atas nama Tommy (14 tahun) warga Malaysia, sedangkan yang satunya belum dapat diindentifikasi,” sebut Sutopo.

Korban luka-luka sebanyak 44 orang dimana 36 orang warga Indonesia dan 8 orang WNA Malaysia. Sebagian besar korban luka-luka karena tertimpa bangunan yang roboh atau rusak akibat diguncang gempa.

Sebanyak 36 wisatawan (22 wisatawan dari Malaysia dan 14 wisatawan nusantara) telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara. Selain itu sekitar 50 orang berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman.

BMKG mencatat gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault). (ts-02)

BACA JUGA  5 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan
Loading...
loading...