Bocah Penderita Hydrocephalus Butuh Bantuan Dermawan

286
Zikri (5 tahun) penderita Hydrochepalus, membutuhkan bantuan dermawan.
tobasatu.com, Medan | Seorang bocah penderita Hydrochepalus, Zikri (5 tahun) membutuhkan uluran tangan dari masyarakat.
Orangtua bocah malang tersebut, Firmansyah (27) dan Nurafni (25) tak mampu berbuat banyak karena keterbatasan dana.
Sehingga putra mereka itu hanya terbaring tak berdaya di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, sambil menahankan rasa sakit dikarenakan pembesaran kepala, sejak masih di dalam kandungan ibunya.
Bahkan sang adik Rafki Aulia Nazar (3 bulan) yang masih di rumah juga harus menahan sakit yang serupa.
Keluarga ini tinggal di Pematang Jaya Desa Pematang Tengah Dusun 4 Gunung Nipis Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Kondisi kedua Abang beradik ini sungguh memperihatinkan, namun kini hanya bisa terbaring tanpa bisa melakukan aktivitas layaknya anak-anak pada umumnya.
Sang ayah, Firman mengatakan kedua anaknya diketahui mengalami hydrocephalus saat di kandungan  ibunya. Si abangnya  diketahui saat berusia 9  bulan dalam kandungan sedangkan adiknya saat  7 bulan dalam kandungan.
“Abangnya  ketahuan saat dikandungan usia 9 bulan sedangkan adiknya karena sudah tau abangnya mengalami hydrocephalus kami rajin kontrol saat masih di kandungan namun memang takdir berkata lain saat di USG di usia kehamilan 7 bulan hal sama juga terjadi dengan anak kami yang kedua,” katanya saat dikunjungi oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan, Shodaqoh Ummat Community dan juga Mowiee Indonesia yang merupakan Mobil wisata edukasi interpreneurship di RSUP H Adam Malik Medan, Senin (9/4/2019) sore.
Perasaan sedih dan  bingung tidak terbendung dirasakan Firmansyah saat mengetahui anak keduanya mengalami  yang sama. Bingung pasti,  karena ia tidak mengetahui  apa penyebab penyakit tersebut dialami para anak-anaknya.
“Saya hanya bisa pasrah, dan saya hanya bisa menunggu arahan dokter. Karena saya  sudah mendatangi beberapa rumah sakit di Medan tapi tak kunjung ada solusi buat anak saya. Sehingga perasaan saya sangat sedih, bingung Karena penyakit anak saya sangat berat,” ujar sang ayah yang sehari hari pekerjaannya hanya mocok-mocok seperti menjadi supir.
Firman mengaku menggunakan BPJS kesehatan untuk pengobatan anaknya. Selain itu sudah ada juga bantuan mulai dari bansos dan komunitas. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada  para dermawan yang  telah membantu mereka.
Sang ibu, Nurafni mengaku saat ini hanya berharap anaknya bisa sembuh dari penyakit yang diderita kedua anaknya. Tampak raut wajah perempuan itu sedih, pasrah dan terkadang mata itu berkaca kaca
Sementara itu, Tim  komunitas Shodaqoh Ummat yang diketuai oleh Dedy Harahap mengatakan  sangat mengapresiasi kegiatan sosial kemanusiaan yg mana pada Senin giat penyerahan bantuan Donasi untuk adik penderita kepala besar yang diwakili oleh IWO Medan.
“Semoga kepedulian kita terhadap sesama dapat terus berlanjut, dan semoga Allah berikan kita kemudahan rezeki utk selalu dapat berbagi. Kami dari komunitas Shodaqoh Ummat mengajak kepada  Kita semua untuk mari berjamaah serta  peduli terhadap saudara  kita yang sangat membutuhkan bantuan dan perhatian,” katanya.
Begitu juga Wakil ketua IWO Medan, Fahmi Sakhi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung Abang beradik korban hydrochepalus. (ts-02)
BACA JUGA  Gubsu Jenguk Pasien Kembar Siam di RSUP H Adam Malik
Loading...
loading...