Pengusaha Salon Dibunuh Teman Pria, Ditemukan Sudah Menjadi Tengkorak

590

tobasatu.com, Tapsel | Ditengarai bermotif dendam, nyawa seorang pengusaha salon di Padang Lawas lenyap di tangan teman prianya.

Aksi pembunuhan dilakukan oleh dua orang dengan korban Moga Saputra Siregar Alias alias Mona (40), warga Desa Aek Haruaya, Kec Portibi, Kab Paluta.
Satu dari dua tersangka berhasil diringkus Team Opsnal Polres Tapsel dan Unit Opsnal Polsek Barumun dipimpin Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Alexander dan Kapolsek Barteng, AKP Amir Faizal serta Kanit Reskrim Iptu Syahrin Batubara.

Kedua kaki tersangka, Sahukum Hasibuan alias Farhan Hasibuan alias Hukum (33) warga Padang Hasior Lombang, Kec Siapas Barumun, Kab Palas harus dilumpuhkan dengan timah panas lantaran coba melakukan perlawanan saat diamankan petugas, sedangkan seorang lagi masih dalam pengejaran petugas.

Dikatakan Kapolres Tapsel, AKBP Irwa Zaini Adib melalui AKP Alexander, Jumat (12/4/2019), pembunuhan terhadap Mona terjadi pada 26 Maret 2019 sekira pukul 23.00 WIB di Desa Lubuk Goting, Kec Siapas Barumun, Kab Padang Lawas.

“Awalnya seorang keluarga kandung korban Saprin Efendi Siregar (36) mendatangi kediaman Mona yang berusaha salon di Desa Padang Hasior Lombang Kec Sihapas Barumun. Namun setibanya di sana dirinya mendapati bahwa tempat tinggal korban terkunci dan tidak berjumpa dengan korban,” kata Alex.

Saat itu datang seorang warga bernama Dedi Pasaribu dan mengatakan kepada Saprin bahwa terakhir pada, Selasa (26/3/2019) ia melihat Mona berboncengan dengan PH penduduk Desa Sitada Tada, Kec Sihapas Barumun, Kab Padang Lawas.

“Jadi korban dan seorang tersangka ini sempat makan di warung mie milik Dedi, dan setelah mendapat kabar dari saksi tersebut, Saprin pun masuk melalui jerjak papan kediaman korban dan di dalam ia melihat kalau barang barang milik korban berupa 1 buah mesin pangkas, 1 buah pengering rambut, 1 unit digital para bola dan 1 unit TV LED 32 inci sudah tidak ada lagi, sehingga pelapor merasa kehilangan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Barumun Tengah,” ungkap Alex.

Begitu mendapat laporang dengan no Lp/19/IV/2019/SU/Tapsel/TPS Barteng tanggal 8 April 2019. Dan LP/20/IV/2019/SU/Tapsel/TPS Barteng tanggal 10 April 2019, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Sahukum Hasibuan.

“Diperoleh keterangan darinya bahwa telah bersama-sama dengan rekannya pada Selasa 26 Maret 2019 sekira pukul 22.00 WIB melakukan pembunuhan berencana, dengan cara kedua pelaku menusuk bagian dada korban berulangulang kali dengan benda tajam atau pisau dan setelah korban meninggal, tersangka ini membuang jasad korban ke semak yang ada di wilayah Desa Lubuk Gonting, Kec Sihapapas Barumun, Kab Padang Lawas kemudian pelaku mengambil barang barang milik korban tersebut,” jelasnya.

Dari tersangka Sahukum pula polisi menemukan barang bukti 1 unit sepeda motor, 1 unit handpone dan 1 buah dompet kain warna hitam. “Kemudian kita mengecek dan mendatangi TKP dan di lokasi benar ditemukan sesosok mayat yang dalam keadaan hanya tulang belulang yang diduga adalah jasad korban Moga Saputra Siregar alias Mona,” tandas dia.

Dijelaskan Alex, motif pembunuhan yang dilakukan Sahukum dan temannya diduga karena dendam. “Menurut keterangan tersangka yang sudah kita amankan, korban dan tersangka lain (DPO) memiliki hubungan yang sangat dekat dan bermotif dendam sehingga keduanya nekat menghabisi nyawa korban, korban memilik usaha salon, begitupun masih kita dalami lagi karena seorang lagi masih dalam pengjaran,” tukas Alex.

Sahukum sendiri diringkus petugas setelah sempat melarikan diri ke kawasan Labuhan Batu. “Tersangka kita ringkus di kawasan Labuhan Batu, tersangka kita jerat dengan Pasal 340 Jo 338 Jo 351 ayat 3 dan atau Pasal 365 ayat (3) KUHPIdana,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Sergai ini. (ts-05)

Loading...
loading...