Soal Pengunduran Diri Bupati Madina, Gubsu : Kepala Daerah Tidak Netral Memang Sebaiknya Mundur

243
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

tobasatu.com, Medan | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyatakan belum menerima surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution. Namun menurut Gubsu, memang sudah sepantasnya bila ada kepala daerah yang tidak netral sebaiknya mengundurkan diri.

Namun menurut mantan Pangkostrad itu, pengunduran diri bukan karena jagoannya kalah, namun karena rasa tanggungjawab terhadap masyarakat.

“Kepala daerah yang tidak netral ya silakan mundur. Kepala daerah ini untuk kan untuk rakyat,” tutur Edy Rahmayadi ditemui wartawan usai shalat Jumat di Masjid Agung Medan, Senin (22/4/2019).

Menurut Edy, setiap kepala daerah memang seharusnya netral dalam setiap penyelenggaraan pesta demokrasi.

“Siapapun yang menang tidak ada masalah. Siapapun yang menang dan kalah rakyat Sumatera Utara tetap Sumatera Utara,” sebutnya.

Edy Rahmayadi menjelaskan pengunduran diri Dahlan Nasution sebagai Bupati harusnya melalui beberapa mekanisme dan tahapan.

“Jadi begini, kalau itu (surat pengunduran diri) menggunakan prosedur. Kalau dia (bupati) cerdik dan cerdas dia harus melapor kepada DPRD Kabupaten Madina lalu kemudian digelar rapat paripurna. Setelah itu dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri via Gubernur Sumatera Utara baru kemudian dikeluarkan SK-nya,” ucap Edy.

Diketahui, surat pengunduran diri Dahlan telah beredar luas di grup WhatsApp. Surat itu ditandatangani 18 April 2019 atau satu hari pasca-pemilihan umum yang ditujukan kepada Presiden dan Kemendagri dengan tembusan Menko Perekonomian.

Pada paragraf pertama surat itu dituliskan, pengunduran diri dilatarbelakangi dengan hasil pemilu di Madina yang menunjukkan minimnya perolehan angka Jokowi – Ma’ruf Amin. (ts-02)

BACA JUGA  12 Ribu Warga Medan Meriahkan Gerak Jalan Memperingati HUT ke 71 Provinsi Sumut
Loading...
loading...