Tiga Tips dari Kadiskominfo Asahan untuk Menghindari Hoax

201
tobasatu.com, Asahan | Masyarakat diimbau memeriksa kebenaran informasi yang beredar di media sosial (medsos). Ini perlu dilakukan untuk menghindari berita hoax.
Kadis Kominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar mengungkapkan dengan menyebarkan hoax, sama saja artinya kita ikut menyebarkan kabar bohong.
“Yang diuntungkan di sini adalah sang pembuat hoax. Karena itu, sebelum memencet tombol share, retweet atau forward, kita sebaiknya memeriksa terlebih dahulu kebenaran informasi yang kita dapat dari media sosial. Jangan langsung disebarkan,” ungkap Rahmat kepada Tobasatu.com pada Selasa (7/5).

Agar tidak tertipu dengan berita palsu, lanjut Rahmat, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan.

Pertama, cek dulu sumber beritanya dari mana.lakukan cross check dengan mengunjungi langsung situs asli yang pertama kali memuat berita tersebut. Lihat apakah situs media-media yang kredibel juga banyak yang memuat informasi tersebut.

Berita-berita hoax yang beredar di internet biasanya cenderung bernada provokatif atau kontroversial, tujuannya memang untuk menggiring pandangan bahkan memancing emosi pembacanya.

Kedua, cek URL situs yang digunakan. Sebuah instansi resmi tidak akan menggunakan layanan blog gratisan. Nama situsnya juga harus dicek. Tidak sedikit berita hoax yang beredar menggunakan situs yang namanya mirip dengan nama media yang kredibel. Karena itu jangan terkecoh dan cuma baca judulnya saja.
Ketiga, gunakan logika atau akal sehat. Jangan mudah percaya begitu saja atau terpancing saat membaca sebuah berita yang beredar di media sosial. Cek dan ricek lagi kebenarannya. Pilah-pilah dan telaah isi beritanya sebelum menyebarkannya ulang. Tanyakan pada diri sendiri apakah informasi tersebut bermanfaat jika disebar atau justru dapat merugikan orang atau malah akan memecah belah.

Rahmat juga mengimbau kepada masyarakat saat ini ada banyak sekali berita yang sengaja dibuat agar menjadi viral di internet atau media sosial, tujuannya semata-mata karena uang.

“Si pembuat hoax membuatnya agar situsnya dikunjungi banyak orang dan ia mendapatkan uang dari iklan yang dipasang di situsnya,” terangnya. (ts-23)
Loading...
loading...