Kafe Remang-Remang di Sergai Dirazia, Diimbau tak Buka Selama Ramadan

741

tobasatu.com, Sergai | Memasuki hari kedua Ramadhan jajaran Polres Serdang bedagai (Sergai) melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Sergai dipimpin Ipda Yeni Prida beserta penyidik dan anggota Opsnal unit PPA melaksanakan giat kepolisian. Sasarannya, praktik prostitusi serta penyakit masyarakat. Ini sebagai upaya menciptakan suasana kondusif selama berlangsungnya  bulan Ramadan 1440 di wilayah hukum Polres Sergai.

Operasi yang dilakukan Selasa (7/5/2019) itu menyasar ke kafe remang-remang dan tempat hiburan malam. Kapolres Sergai, AKBP H. Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno kepada wartawan Rabu (8/5/2019) mengatakan kegiatan ini berdasarkan UU RI No. 2./2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, tentang Perkap Nomor 9/2011 tentang manajemen Operasi Kepolisian RI.

“Juga untuk melaksanakan Renops Kewilayahan Pekat Toba 2019 Polda Sumut Nomor : R/Renops/02/IV/Ops.1.3.1/2019 tanggal 30 April 2019 dalam rangka menanggulangi dan menindak berbagai bentuk kejahatan penyakit masyarakat menjelang dan pada saat bulan suci Ramadhan 1440 H di wilayah Provinsi Sumatera Utara,” ucap Hendro.

Hal ini juga berdasarkan surat Perintah Tugas Nomor: Sprin /175/V/2019/ Reskrim pada  tanggal  01 Mei 2019 tentang kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran prostitusi serta penyakit masyarakat lainnya di wilayah Hukum Polres Serdang Bedagai.

Sebanyak 7 (tujuh) personil untuk dikerahkan dalam operasi tersebut. Sasarannya yakni Cafe Kuburan Cina (KC) Dusun I, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sergai. Kemudian Cafe Tiga Roda di Desa Suka Damai Kecamatan Sei Bamban dan Cafe Mariati, Dusun Belidaan Desa Simpang Empat, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.

Dalam pelaksanan giat patroli dan melakukan Razia Cafe Kuburan Cina (KC) dan Kafe Tiga Roda tidak ditemukan adanya hiburan malam karena Kafe tersebut tutup.

Kemudian dilanjutkan patroli di Cafe Meriati di Belidaan dilakukan razia karena  melihat kafe tersebut buka. Setelah diketahui ternyata pemilik kafe tersebut  milik Yuliani dan melihat beberapa pengunjung sedang minuman tuak. Selanjutnya dilakukan penggeledahan namun tidak ada ditemukan minuman keras maupun wanita malam.

Kemudian tim melakukan pemeriksaan pemilik cafe dan mengecek indentitas para pengunjung. “Kami mengimbau kepada pemilik kafe agar selama bulan suci ramadhan cafe tidak buka,” tegas Hendro Sutarno. (ts-18)

Loading...
loading...