Kunjungi Kebun SMKN 1 Pagaran di Taput, Pemprovsu Fokus Kembangkan Sektor Pertanian

192
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memanen kentang di kebun yang dikelola para guru dan siswa SMKN 1 Pagaran, di Desa Doloksaribu, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Rabu (12/6/2019).

tobasatu.com, Tapanuli Utara | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyatakan bahwa Sumut merupakan provinsi yang berbasis agraris. Untuk itu, sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang ingin dikembangkan dirinya bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

“Salah satu caranya ya lewat SMK, khususnya SMK dengan program pertanian seperti ini. Lulusannya nanti mampu menghasilkan inovasi dan produk unggulan pertanian, dan bisa pula merangkul petani di sekitar sekolah,” tutur Edy Rahmayadi saat memanen semangka dan kentang di kebun yang dikelola para guru dan siswa SMKN 1 Pagaran, di Desa Doloksaribu, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Rabu (12/6/2019).

Gubsu yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Nawal Edy Rahmayadi, Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat dan Kepala Sekolah SMKN 1 Pagaran Josafat Pasaribu, berharap kebun tersebut dikelola secara serius dan bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Gubernur menelusuri kebun seluas 2.400 meter tersebut, yang merupakan hibah dari tokoh masyarakat setempat. Diharapkan ke depan, tanaman tidak lagi menggunakan pupuk kimia, tetapi menggunakan pupuk organik saja.

“Tidak sehat itu. Mulai sekarang beralih ke organik ya, mudah-mudahan nanti baik itu untuk tubuh kita kalau dikelola secara organik. Saya baru dari Jepang, salah satu rahasia kenapa angka harapan hidup mereka tinggi, karena makanan mereka terutama hasil pertanian jauh dari yang berbau kimia,” kata Gubernur yang didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi juga berharap dibangun rumah kaca yang layak, menggantikan rumah kaca buatan berbahan plastik.

“Kalau kita mau serius, total ini kita buat. Jangan setengah-setengah, pikirkan komoditi prioritas yang mau dihasilkan. Mau bawang merah boleh, bawang putih atau yang lain. Kalau benar ini, banyak konsumen dari luar yang tertarik dengan produksi pertanian kita,” tuturnya.

BACA JUGA  Puskahap FISIP USU Diharapkan Jadi Solusi Bagi Petani

Lebih lanjut, Edy juga menceritakan bahwa beberapa waktu yang lalu dirinya melepas ekspor komoditas pertanian ke beberapa negara di Desa Lambar, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Arsyad Lubis yang juga turut mendampingi Gubernur mengatakan, yang sedang dilakukan SMKN 1 Pagaran ini merupakan salah satu wujud dan tujuan pencanangan Program Revitalisasi SMK.

“Bapak gubernur memang sangat mendambakan agar lebih banyak SDM kita yang miliki keahlian. Melalui SMK yakni sekolah kejuruan, diharapkan lahir siswa-siswa yang terampil dan berdaya di tengah masyarakat usai lulus sekolah. Selanjutnya, sesuai arahan Gubernur, kita akan koordinasi dengan dinas terkait seperti pertanian dan ketahanan pangan untuk membantu pengembangan SMK program kejuruan pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Pagaran Josafat Pasaribu menyampaikan, sekolah yang dipimpinnya memiliki tiga program keahlian, yakni agribisnis tanaman, agribisnis ternak, serta teknik komputer dan informatika. Hasil dari agribisnis tanaman SMKN 1 yakni beragam sayuran, umbi-umbian, dan buah-buahan. Sedangkan ternak, yakni spesies unggas dan produk olahan unggas seperti bakso.

“Kita tadi banyak memperoleh arahan dan bimbingan dari Gubernur. Kita merasa sangat diapresiasi dan didukung, mudah-mudahan ke depan kami bisa wujudkan harapan Bapak Gubernur, menghasilakan produk unggul dan bisa merangkul petani sekitar,” harapnya. (ts-02)

Loading...
loading...