Tangis Bahagia Tukang Becak dan Bilal Mayit di Hadapan Jenderal Bintang Dua Saat Rumah Direhab

115

tobasatu.com, Kampai | Jailani (60) dan istrinya Nurdeli (57), terus bersabar meski hampir 30 tahun dalam keprihatinan. Keyakinan dan kesabaran itu berbuah manis. Rumah yang mereka tempati akhirnya direhab oleh Kodam I/BB.

Tepat pada Sabtu (15/6/2019) siang, pasangan suami-istri dengan sembilan anak dan beberapa cucu ini, begitu bahagia tatkala kediaman mereka yang reot, mendapat sentuhan rehab dari program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang digagas Kodam I/BB melalui Kodim 0203/Langkat.

“Inilah berkah dari kesabaran bapak dan ibu selama ini, sehingga Allah mengirimkan kami untuk merehab tempat tinggal bapak dan ibu agar menjadi lebih layak untuk ditempati,” ucap Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah, seusai meletakkan batu pertama rehab RTLH milik Jailani dan Nurdeli di Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

Jailani dan Nurdeli pun hanya bisa terisak. Bahkan dengan suara terbata-bata yang sedikit dipaksakan, Jailani menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangdam I/BB dan pihak lain yang ikut serta meletakkan batu pertama pembangunan rumah mereka.

“Tak pernah terbayangkan bagi kami akan mendapat berkah sebesar ini. Terima kasih bapak Panglima. Terima kasih,” ucap Jailani yang kesehariannya hanya sebagai penarik beca.

Nurdeli yang juga tak kalah terisaknya, ikut pula mengucapkan terima kasih kepada Pangdam I/BB. Dengan gemetar, ia pun menyalami Mayjen Fadhilah sambil terus menciumi tangannya.

“Alhamdulillah. Tak pernah kami berangan-angan akan seberuntung ini. Terima kasih ya Allah, engkau telah mengutus bapak Pangdam untuk membantu hamba-Mu yang susah ini,” ucap Nurdeli.

Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin, yang turut serta melakukan peletakan batu pertama, juga memberikan bantuan kepada Nurdeli dan suaminya. “Kami juga punya program buat ibu. Mudah-mudahan ibu berkenan ya. Kami akan mengumrohkan ibu ke Tanah Suci Mekkah,” ucap Bupati.

Karuan saja Nurdeli semakin terisak. Air matanya pun semakin deras mengalir. “Terima kasih bapak Bupati. Bermimpi pun kami tak berani, apalagi untuk bisa pergi ke Tanah Suci. Terima kasih ya Allah,” ucap Nurdeli yang selama belasan tahun terakhir harus ikut bekerja sebagai bilal mayat di Pulau Kampai.

Peletakkan batu pertama RTLH ini merupakan bagian dari karya bakti dan bakti sosial Kodam I/BB dalam rangka peringatan HUT ke-69 Tahun 2019 yang digelar di Pulau Kampai. (ts/rel)

Loading...
loading...