Proyek Irigasi Dikerjakan Asal Jadi, Diduga Milik Anggota DPRD Sergai

284
Jaringan irigasi bernilai Rp1 miliar di Dusun IV, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, diduga dikerjakan asal jadi.

tobasatu.com,Sergai | Jaringan irigasi bernilai Rp1 miliar di Dusun IV, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, proyek yang dibangun menggunakan APBD Sergai TA 2016 itu kini kondisinya sudah kopak kapik dan rusak.

Informasi dihimpun wartawan, Jumat (5/7/2019), proyek irigasi diketahui milik anggota DPRD Sergai. Proyek itu disebut-sebut milik salah seorang anggota DPRD Sergai berinisial HA.

Hasil pantauan awak media di lapangan juga terlihat jika bangunan tembok jaringan irigasi tersebut sudah rusak, bahkan pembangunan irigasi terlihat tidak memakai lantai.

Seorang warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya saat dikonfirmasi wartawan membenarkan jika proyek jaringan irigasi tersebut dikerjakan pada tahun 2016 dengan menggunakan anggaran yang terbilang cukup besar.

“Kalau tidak salah, proyek ini milik oknum anggota DPRD Sergai yang masih aktif hingga sekarang,”katanya.

Namun sayangnya, pekerjaan tersebut diduga kurang berkualitas, karena masih berjalan  sekitar 3 tahun, bangunan tersebut sudah rusak dan retak di bagian dinding irigasi tersebut,”ujar warga tersebut.

Sementara menanggapi hal tersebut, Ketua Non Government Organisation Pendamping Masyarakat Bersih Damai dan Sejahtera (NGO-PMBDS), Aswad Sirait yang juga turun ke lokasi kepada wartawan mengatakan bahwa pekerjaan jaringan irigasi  tersebut diduga tidak memakai lantai.

“Bahkan hasil keterangan warga yang kita dapat diketahui bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan pada tahun 2016″, ujarnya.

Saat disinggung bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh oknum anggota DPRD Sergai, Aswat mengatakan kurang mengetahuinya, namun pihaknya akan secepatnya untuk mencari tahu tentang kebenarannya.

“Terkait apakah yang mengerjakan proyek ini adalah oknum anggota DPRD Sergai, kita kurang tahu.Tapi secepatnya kita akan buka buku anggarannya, apakah proyek tersebut benar milik anggota DPRD, nanti pasti ketahuan siapa pemilik CV maupun jumlah anggarannya”, pungkas Aswat Sirait.(ts-18)

Loading...
loading...