Kemacetan Kian Parah, Gubsu dan Lima Bupati Harus Segera Realisasikan Tol Medan-Berastagi

594
Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting. (tobasatu.com)

tobasatu.com, Medan | Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Baskami Ginting mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta lima bupati (Bupati Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbahas dan Bupati Aceh Singkil Provinsi NAD) harus kompak berjuang bersama mendobrak Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (Bappenas),  untuk menuntut direalisasikannya pembangunan jalan tol Medan-Berastagi.

“Kita harapkan Gubernur segera menginisiatori pertemuan dengan para bupati guna menyatukan persepsi menuntut disegerakan pembangunan jalan tol Medan – Berastagi kepada Kementerian PUPR dan Bappenas di Jakarta,” ujar Baskami Ginting kepada wartawan, Selasa (9/7/2019) di Gedung DPRD Sumut, menanggapi terus terjadinya kemacetan di jalur menuju “Bumi Turang” tersebut

Menurut Baskami, tuntutan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi harus lebih diintensifkan dengan melibatkan para pemangku kepetingan di derah ini, agar kemacetan  panjang dapat dihindari, karena masyarakat sudah sangat frustrasi dengan kondisi lalu-lintas seperti itu.

“Dalam seminggu terakhir ini, masyararakat terus disuguhi kemacetan setiap harinya berjam-jam lamanya. Bahkan puncak kemacetan terjadi pada, Senin (8/7/2019) hingga Selasa (9/7/2019) akibat rusaknya truk tronton di badan jalan, persisnya di dekat tekongan Buluh Belin Bandarbaru Sibolangit. Jalur tersebut lumpuh total. Masyarakat pengguna jalan terpaksa menginap di jalan,” tandas Baskami Ginting.

Bahkan yang paling menyedihkan, tegas anggota dewan Dapil Medan ini, mobil ambulance yang membawa penumpang seorang pasien sedang sakit parah dari Kabanjahe dengan tujuan ke Rumah Sakit di Medan  tidak bisa lewat, karena sudah terjebak dalam kemacetan kendaraan yang sangat panjang.

Dari hasil investigasi dewan di jalan Medan – Berastagi, ujar Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan itu, kerapnya macet di jalur tersebut, akibat sempitnya badan jalan seiring dengan bertambahnya kendaraan yang melintas, sehingga jalan tidak sanggup lagi menampung arus lalu-lintas yang  begitu padat.

BACA JUGA  KPK Dalami Kasus Gratifikasi di Pansus PAD Sumut

“Masyarakat juga sangat kesal melihat truk-truk tronton berbadan panjang yang ikut ambil bagian memacetkan arus lalu-lintas, sehingga perlu diatur ulang waktu tertentu bagi truk tronton melintasi jalan Medan -Berastagi, agar tidak mengganggu mobil angkutan maupun pribadi yang melintas,” ujar Baskami.

Ditambahkan Baskami, dalam benak masyarakat sekarang ini, penyebab kemacetan jalur Medan – Berastagi salah satunya akibat padatnya truk yang melintas serta kerap mogok di jalan, sehingga sudah ada ajakan dari sesama warga untuk melarang truk-truk besar ke Berastagi.

“Kita harus antisipasi, jangan sampai ancaman melarang truk masuk Karo ini terjadi di tengah-tengah masyarakat, karena yang rugi masyarakat di 5 kabupaten itu juga nantinya,” tandas Baskami sembari menambahkan,  guna menghindari ancaman ini, sebaiknya pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi ini. (ts-02)

Loading...
loading...