Pemuda di Sergai Gantung Diri di Dekat Pagar Sekolah

142

tobasatu.com, Sergai | Muhammad Idris (24), warga Dusun I Kampung Baru, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), ditemukan tewas  gantung diri, Jumat (12/7/2019).

Idris tewas dengan menggunakan seutas tali di sebuah tiang asbes dekat pagar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Tanjung Beringin.

Informasi dihimpun dari  sekitar lokasi kejadian, jasad korban awalnya ditemukan  Adek Jerontol. Kemudian mendatangi rumah Hamdani. selaku penjaga sekolah SMP I Tanjung Beringin. Berikutnya warga berdatangan ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Temuan itu dilaporkan ke Polsek Tanjung Beringin.

“Kita tak sangka dengan pengakuan Adek, awalnya dirinya mau ke kampung baru ke tempat ayahnya. Namun, dia bercerita sama saya katanya ada pencuri sudah mati. Dengar informasi tersebut kita bersama keluarga ke lokasi ternyata bukan pencuri, melainkan M. Idris gantung diri,” kata Hamdani.

Orang tua korban yang melihat anaknya tidak bernyawa di lokasi kejadian, spontan berteriak histeris. Kemudian orang tua korban bersama warga sekitar membawa korban di rumah duka.

Sementara Fatimah (54), ibu korban, kepada wartawan menjelaskan,  awalnya Idris itu tidak pernah keluar rumah dan pihak keluarga tidak tahu kalau anaknya keluar rumah. Tapi spontan mendapatkan informasi warga bahwa Idris tergantung di pagar sekolah. “Mendengar itu saya terasa mau pingsan dan langsung berteriak,” ujar Fatimah dengan berlinang air mata. Masih kata Fatimah, korban sudah lama mengalami depresi. Bahkan sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman.

Kapolres Sergai AKBP H Juliarman EP Pasaribu, S.Sos, SIK, M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno kepada wartawan  menyampaikan bahwa pengakuan orangtua korban sejak anaknya duduk dibangku SMP, sudah sering kali menghirup lem. Sehingga anaknya tersebut mengalami stres dan sering bertingkah laku tidak normal seperti orang lainnya.

BACA JUGA  Depresi, IRT Dua Kali Gagal Bunuh Diri

“Setelah dilakukan pengecekan tubuh korban dan pada bagian leher terdapat luka lilitan tali, sedangkan pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Ketika korban hendak dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan secara medis, pihak keluarga korban menolaknya atau merasa sangat keberatan, sehingga dibuatkan surat pernyataan tidak dilakukan autopsi ataupun pemeriksaan medis lainnya,” jelas Kasat. (ts-18)

Loading...
loading...