Suhu di Makkah 48 Derajat Celcius, Calhaj Diimbau Jaga Kesehatan

156
tobasatu.com, Medan | Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Sekjen Kemenkes RI), Oscar Primadi MPH menyampaikan musim haji tahun ini akan berlangsung dalam cuaca yang panas yakni 48 derajat celcius.
Jemaah haji Indonesia yang berjumlah  231.000 orang, katanya akan berbaur dengan kurang lebih 2 juta jemaah haji dari berbagai negara.
“Kita dan mereka akan melaksanakan prosesi ibadah dalam waktu yang sama dan tempat yang tertentu dalam waktu yang bersamaan pula. Berkumpulnya orang dalam jumlah besar meningkatkan resiko penularan penyakit. Dan cuaca panas yang diperkirakan 48 derajat celcius sangat beresiko menurunkan kondisi kesehatan,” katanya sembari menyampaikan amanah Kemenkes RI bahwa musim haji tahun 1440 H/2019 Semoga seluruh jemaah calon haji (calhaj) kloter 1 asal Medan sehat walafiat baik dalam menunaikan ibadah haji dan kembali ke tanah air.
Panasnya cuaca di Arab Saudi, Kemenkes meminta agar jemaah menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi tersebut. Untuk, mengantisipasi tersebut diminta kepada jemaah haji agara menjaga kondisi kesehatan jika ada gangguan kesehatan hubungi petugas kesehatan yang disiapkan oleh pemerintah.
“Insya Allah di Mekkah maupun di Madinah kita mempunyai  klinik kesehatan haji Indonesia yang cukup baik, bagus dan representatif dengan pelayanan-pelayanan yang lebih paripurna. Sebab di sana ada dokter spesialis ada tempat tidur untuk perawatan dan ada poliklinik, apotek dan ada ruangan ICU juga dan perawatan lain yang dibutuhkan,” jelasnya.
Pihaknya juga mengimbau pada jemaah calhaj agar tidak melakukan aktivitas kontak fisik yang tidak berhubungan dengan ibadah secara berlebihan, istirahatlah yang cukup, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat antara lain cucilah tangan sebelum beraktivitas dan setiap akan menjamah makanan. Tentunya memakai masker dan menggunakan alat pelindung diri seperti payung, kacamata, sandal dan itu dapat digunakan bila di luar ruangan.
“Rajinlah minum jangan menunggu haus, karena dengan rajin minum dapat menjaga kebugaran dan menjaga mempertahankan cairan tubuh kita minimal 200 ml setiap dua jam untuk minum.
Rajin menyemprotkan air ke muka dan anggota badan dengan semprotan yang dibagikan. Para jamaah makanlah makanan bergizi yang telah disiapkan. Terakhir pererat, perkuatlah rasa persaudaraan dan saling menjaga sehingga bisa terhindar dari perselisihan yang akan mengganggu semangat menunaikan ibadah haji,” pungkasnya. (ts-24)
BACA JUGA  Sudah Tiga Kali Cuci Darah, JCH Asal Asahan Alami Sakit Gagal Ginjal di Madinah
Loading...
loading...