Masyarakat Sumut Belum Minati Program Laku Pandai

338
Kepala OJK Regional V Sumbagut Yusuf Ansori saat melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Senin (15/7/2019) di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

tobasatu.com, Medan | Kepala OJK Regional V Sumbagut Yusuf Ansori menyatakan bahwa tingkat kepesertaan masyarakat Sumut terhadap berbagai program layanan keuangan, masih cukup rendah.

Seperti program ‘Laku Pandai’ misalnya yang belum diminati masyarakat. Terbukti, tingkat partisipasi masyarakat Sumut masih 55,23 % per Juni tahun 2019. Sementara, target dan harapan harus mencapai 75 persen.

Hal ini diungkapkan Yusuf Ansori saat melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Senin (15/7/2019) di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

Program Laku Pandai adalah program layanan keuangan tanpa kantor. Berupa agen-agen bank di tengah masyarakat yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi perbankan. Sistem keuangan inklusif ini memungkinkan masyarakat membuka rekening tabungan, menabung, menarik dana, kredit mikro, dan lainnya melalui perantara agen bank.

“Tapi Alhamdulillah, usaha-usaha ini sudah lumayan menunjukkan hasil dan dinilai berjalan baik. Kita masuk nominasi award September nanti. Mudah-mudahan kita menjadi salah satu yang menerima penghargaan,” harap Yusuf.

Yusuf juga membahas tentang rencana potensi penerbitan obligasi daerah, yakni pendanaan di pasar modal sebagai pembiayaan alternatif di luar APBD dalam melakukan pembangunan. Terkait hal tersebut, akan dibahas lebih lanjut pada rapat High Level Meeting.

Sementara Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyatakan pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai sejumlah program yang telah dilaksanakan oleh Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPKAD) di Sumut.

“Saya akui program-program yang disampaikan sangat menarik dan banyak yang bermanfaat untuk masyarakat. Kalau bisa sosialisasi terkait akses keuangan tersebut ditingkatkan di seluruh kabupaten/kota Sumut,” ucap Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Terkait kurang diminatinya program Laku Pandai, menurut Ijeck tidak bisa kita pungkiri, masih banyak masyarakat yang tidak akrab dengan perbankan dan takut untuk mencoba layanan bank. Padahal, banyak program yang bisa mendukung usaha-usaha masyarakat.

BACA JUGA  Pemprovsu Belum Agendakan Pembahasan LKPj 2015

Ijeck juga menekankan perlunya dilakukan penguatan Swasembada Pangan lewat akselarasi pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga memberikan jaminan asuransi bagi petani dan peternak, menurut Wagub juga penting. Begitu juga dengan optimalisasi poros maritim lewat pemberian jaminan asuransi bagi nelayan.

“Saya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas-dinas terkait agar semakin gencar turut membantu sosialisasi program-program akses keuangan ini kepada dinas-dinas kabupaten/kota Sumut. Sehingga mereka di daerah bisa menikmati layanan ini, mungkin banyak yang belum tahu,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan, yang juga Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Nouval Makhyar dan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Ernita Bangun. (ts-02)

Loading...
loading...