Demo Mahasiswa di Polres Asahan Ricuh, Massa Mengaku Kena Pukul dan Tendang Oknum Polisi

241
tobasatu.com, Asahan | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Asahan (BEM-UNA) melakukan aksi solidaritas di depan Mapolres Asahan pada Selasa (23/7). Demo ini berujung ricuh.
Aksi untuk menuntut pembebasan mahasiswa Fakultas Hukum UNA, Muhammad Syafii yang ditangkap saat tengah berada di dalam perjalanan pulang menuju ke Kecamatan Teluk Dalam pada Senin (22/7) malam.
“Kami ingin berjumpa langsung dengan Kapolres Asahan. Karena nggak ada di tempat, jadi katanya diganti jumpa sama Wakapolres. Eh, ernyata tidak ada juga. Kami merasa dibohongi. Jadi kami protes lah,” kata Presiden Mahasiswa UNA, M Nur Hidayat Manurung kepada Tobasatu.com pada Selasa (23/7).
Kericuhan ini dimulai saling dorong antar kedua kubu mulai dari halaman Mapolres Asahan hingga ke Jalan Lintas Sumatera, Kisaran. “Banyak rekan-rekan kita yang mendapatkan pukulan dari para petugas. Ada yang kena tendang juga,” ucapnya.
Dirinya menyayangkan dengan sikap dan tindakan represif dari para petugas. Nur mengungkapkan, pihaknya akan kembali menggelar aksi serupa untuk mempertanyakan tindakan represif oknum petugas Polres Asahan.
“Teman kami yang kena pukul tersebut telah dirawat di RSU HAMS Kisaran guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu kami akan buat laporan ke Propam Polda terkait permasalahan tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakapolres Asahan, Kompol M Taufik menjelaskan, bentrok antara mahasiswa yang tergabung dalam BEM-UNA dengan personel Polres Asahan dipicu karena adanya kesalahpahaman komunikasi.
“Aksi tersebut karena adanya miss komunikasinya. Kalau mau informasi lebih lanjut, silakan jumpai Pak Kapolres saja,” ungkapnya. (ts-23)
BACA JUGA  Tim Pelajar Asahan U14 dan U16 Ditarget Juara Kemenpora Cup
Loading...
loading...