Meski tak Signifikan, Pemesanan Hewan Kurban di UPT Pasar Ternak Asahan Meningkat

647
tobasatu.com, Asahan | Pemesanan hewan kurban melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan pada tahun 2019 meningkat.
“Pembeli meningkat, tapi tidak terlalu signifikan. Penurunannya sekitar 10 persen kalau dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan, M Syarif kepada Tobasatu.com pada Selasa (30/7).
Sebagian besar peternak tersebut, lanjut Syarif, berasal dari Desa Pulau Raja, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan. Para peternak itu menitipkan lembu miliknya untuk ditawarkan di UPT Pasar Ternak. Diperkirakan ada sekitar 50-60 ekor Sapi dibawa para peternak atau pedagang ke pasar ternak setiap Selasa dan Kamis mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Untuk saat ini, pihaknya telah memberikan subsidi berupa pemberian obat cacing dan suntikan vitamin kepada hewan ternak yang berada di UPT Pasar Ternak. Hal itu untuk mengurangi parasit cacing yang terdapat di tubuh lembu. Sebab 60 persen dalam tubuh ternak mengandung cacing.
Kedepannya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan akan segera mengajukan Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi penitipan di UPT Pasar Pekan. “Kami akan mengajukan Perda karena setiap ternak yang terjual di sini akan dikenakan retribusi sebesar Rp15 ribu per ekornya,” bebernya.
Retribusi itu untuk mengeluarkan surat keterangan kesehatan dan tanda pembelian, sehingga pembeli dari manapun tidak perlu khawatir akan asal usulembu yang akan dibeli. (ts-23)
BACA JUGA  Dua Bus, Satu Motor Terlibat Kecelakaan, Nyawa Remaja Melayang