Mengadu ke DPRD Sumut, Pedagang Warkop Elisabeth Sebut Ketua DPRD Medan Terlibat Penggusuran

1031
Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan ketika menerima pengaduan pedagang Warkop Elisabeth.

tobasatu.com, Medan | Pedagang Warkop Elisabeth yang digusur Pemko Medan, akhirnya mengadu ke DPRD Sumut, Minggu (4/8/2019). Para pedagang diterima Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan di ruang Banggar Gedung Dewan.

Dalam pertemuan, salah seorang pedagang Warkop Elisabeth, Hodman Pangaribuan menyebut nama Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung ikut terlibat dalam rencana penggusuran pedagang.

Hodman bahkan mengaku diintimasi oleh Henry Jhon, karena keberadaan Pedagang Warkop Elisabeth berimbas pada bisnis Coffee Dante milik politisi PDI Perjuangan tersebut.

“Bagi saya ini musibah besar bagi keluarga. Mulai zaman Baktiar Ja’far saya sudah memperjuangkan pedagang. Namun sekarang saya diintimidasi Ketua DPR Medan Henry Jhon. Dia mengatakan akan saya gusur semua, ternyata benar,” sebutnya.

Pengancaman itu, kata Hodman bahwa bisnis coffee Dante milik Hendri Jhon tidak berjalan karena adanya Warkop Taman Ahmad Yani.

“Mohon agar kami semua kembali bisa berjualan, dan kami siap memenuhi permintaan instansi untuk penataan. Ada kepentingan oknum dari pihak lain dengan rumah sakit Elisabeth sehingga kami digusur, termasuklah Hendry Jhon Hutagalung,” tutur Hodman dalam pertemuan tersebut.

Ferlia Pangaribuan selaku Ketua Koperasi Taman Ahmad Yani menyatakan, sebelum dilakukan penggusuran, mereka diundang Pemko Medan untuk menghadiri rapat dengan agenda membahas penataan pedagang.

“Sebelum digusur kami diundang Pemko untuk menghadiri rapat penataan. Ternyata yang dilakukan penertiban dan penggusuran,” tutur Ferlis Pangaribuan.

Ferlis menyatakan bahwa mereka (para pedagang Warkop Elisabeth–red) bukanlah pedagang liar, sebab sebelumnya mereka diresmikan oleh Wali Kota Medan Rahudman.

Mereka sebelumnya juga melalui Koperasi Pedagang Taman Ahmad Yani, menerima dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT PGN.

“Sekarang kami digusur oleh Pemko Medan seolah kami pedagang liar,” sebut Ferlis.

BACA JUGA  Bersertifikat SNI, Tapi Pasar Sei Sikambing Sering Kebanjiran Akibat Talang Bocor

Menanggapi pengaduan pedagang, Ketua Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengeluarkan empat rekomedasi kepada pedagang yakni DPRD Provinsi Sumatera Utara mendorong dan meminta Walikota Medan agar segera mengembalikan dan menata pedagang taman Ahmad Yani seperti sedia kala dengan penataan sesuai aturan berlaku.

Meminta kepada seluruh pedagang mematuhi aturan yang berada di Kota Medan; meminta pedagang agar tidak anarkis dan semua menjaga kemanan dan ketertiban di lingkungan RS Elisabeth; meminta agar pedagang solid dan bersatu, agar semua persoalan bisa diatasi sembari melakukan penataan koperasi pedagang.

“Dan akan kami tuliskan dan tujukan ke Ketua DPRD Provinsi Sumatera  yang merupakan sikap resmi kami dan selanjutnya diberikan kepada Gubernur Sumatera Utara,” tegas mantan aktivis mahasiswa GMKI Medan ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung ketika dikonfirmasi tobasatu.com melalui telepon tidak menjawab, meski telepon selulernya aktif dan ada nada masuk. Pun ketika tobasatu.com mencoba mendapatkan konfirmasi via SMS, tidak dibalas oleh Henry Jhon. (ts-02)