Dinilai Mubazir, Legislator Sarankan Anggaran Belanja Baju Batik Dialihkan

20
Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga.

tobasatu.com, Medan | Pemerintah Kota Medan menganggarkan Rp8,6 miliar untuk belanja baju batik tradisional.

Namun menurut Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga, anggaran Rp8,6 miliar untuk belanja baju batik itu dinilai mubazir dan sebaiknya dihapuskan atau dialihkan ke anggara lain yang memiliki manfaat bagi masyarakat Kota Medan.

“Kita harapkan kepada rekan-rekan kita agar anggaran belanja batik untuk seluruh aparatur sipil Pemko Medan itu dihapus saja atau pun dialihkan kepada anggaran yang benar-benar memiliki manfaat bagi warga Kota Medan. Untuk apa belanja baju karena tidak terlalu penting, siapa saja bisa membelinya,” kata Ihwan Ritonga, Senin (26/8/2019) di ruang kerjanya.

Alasan lainya, menurut politisi Gerindra itu semuanya tidak terlepas kompleknya persoalan di Kota Medan yang hampir bertahun-tahun tak kunjung tuntas.

“Coba kita lihat begitu kompleksnya persoalan di Kota Medan mulai dari persoalan infrastruktur, lampu jalan hingga drainase tak kunjung tuntas. Dan ini menjadi keluhan utama warga di kota ini termasuk kami para wakil rakyat selalu menjadi tumpuan pengaduan. Jadi lebih baik anggaran belanja baju batik tradisional itu diahlihkan saja,” ucapnya.

Ihwan juga mengingatkan agar belanja batik tradisional itu jangan sampai menjadi ajak bagi “kue proyek”.

Dalam persoalan ini justru kita kembali bertanya siapa yang akan diuntungkan dengan belanja yang begitu fantastisnya. “Jadi jangan sampai ini jadi ajang bagi-bagi fee proyek,” katanya.

Fraksi Partai Gerindra, kata Ihwan, akan tetap mendesak agar belanja batik tradisional itu dihapus serta diahlihkan menjadi anggaran yang benar-benar memiliki manfaat bagi warga Kota Medan.

Sekedar mengingatkan dalam pembahasan R-APBD TA 2020 terungkap Pemerintah Kota (Pemko) Medan khususnya Bagian Perlengkapan dan Layanan Pengadaan, mengalokasikan anggaran belanja pakaian batik tradisional yakni mencapai Rp 8.640.322.500.

BACA JUGA  Masyarakat Diminta Sukseskan Porwil ke V Kota Medan

Komisi III  meminta agar anggaran belanja batik tradisional tersebut dipangkas.(ts-02)

Loading...
loading...