Poldasu Ringkus Delapan Pelaku Narkoba Jaringan Internasional, Seorang Tewas Ditembak

821

tobasatu.com, Medan | Ditres narkoba Polda Sumut kembali meringkus delapan orang sindikat narkoba jaringan internasional. Seorang diantaranya tewas ditembak, sedangkan satu lainya dilumpuhkan di bagian kaki.

Pelaku yang ditembak mati yakni, M alias N. Ia ditangkap dari kawasan Jalan Medan-Binjai.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, penggagalan upaya penyelundupan narkotika ini bermula saat petugas menangkap dua kurir narkotika yang membawa ganja asal Aceh.

Keduanya diringkus dari Jalan Selamat Ketaren, Medan atau dekat RS Haji Medan, pada 20 Agustus lalu. Dalam operasi ini, polisi meringkus tersangka I alias IR dan ME dengan barang bukti ganja seberat 70 kg.

“Ganja dari Aceh ini dibungkus pada dua karung, yang diangkut menggunakan angkot warna kuning,” terang Agus di depan instalasi jenajah RS Bhayangkara, Rabu (28/8/2019).

Berdasarkan intrigasi, polisi kemudian mendapat informasi bahwa ada seseorang di Kabupaten Asahan yang menyimpan narkotika jenis sabu-sabu. Dari sana petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka AAS di Jalan Latsidarta Nusantara 8, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Jumat (23/8/2019).

Dari pelaku disita barang bukti 2 kg narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam kemasan teh Guanyiwang berwarna hijau. AAS sempat mencoba melarikan diri dalam upaya penangkapan itu, sehingga polisi menembak betis kirinya.

Tak berhenti di situ, dari pengembangan didapat informasi adanya dua orang kurir juga membawa sabu di Jalan Medan-Binjai, Kota Binjai. Minggu (25/8/2019) pagi, polisi memberhentikan satu unit mobil Grand Vitara warna hitam di Jalan Abdul Hamid, Binjai dan menangkap dua pelaku, M alias N dan FHP alias F.

Polisi kemudian menggeledah mobil itu dan menemukan barang bukti berupa 1 kg sabu dan 5.025 butir pil ekstasi hijau bentuk minion yang terbungkus dalam lima bungkus plastik. Dari hasil interograsi tersangka M alias N bahwa di sekitar wilayah tersebut masih terdapat seorang tersangka lainnya yang terus berkomunikasi denganya.

BACA JUGA  Bakal Dihadiri Kapolri dan Panglima TNI, Polda Sumut Gelar Rapat Kesiapan Vaksinasi Massal

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap tersangka lain yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih, sekitar pukul 11.00 Wib, di Jalan Brahrang di depan Kantor Kodim Kecamatan Selasai, Kabupaten Langkat.

Polisi kemudian memberhentikan mobil tersebut dan melakukan penangkapan terhadap tersangka AC alias D selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap mobil namun tidak ditemukan barang bukti Narkoba. Saat itulah, ketika polisi membawa M alias N untuk pengembangan, tersangka berusaha kabur.

Meski sudah diberikan tembakan peringatan, pelaku tidak memperdulikannya sehingga hasru dilakukan tindakan tegas dan terukur. Pelaku tewas di perjalanan saat menuju RS Bhayangkara Polda Sumut di Medan. Hingga kini, jasad pelaku masih berada di rumah sakit itu.

Sedangkan FHP alias F dan AC alias D beserta barang bukti dibawak ke Polada Sumut guna proses lebih lanjut. Dari hasil interograsi dan analisa kasus terhadap keduanya, lagi-lagi polisi memperoleh informasi bahwa ada dua orang membawa sabu di Jalan Megawati, Binjai.

Pada malam hari itu juga, polisi kemudian bergerak menangkap dua pelaku lainnya, I dan A yang tengah mengendarai mobil pikap Grandmax warna putih. Polisi kemudian menggeledah mobil itu, dan ditemukan narkotika jenis sabu seberat 72 kg yang disembunyikan di dalam ban mobil.

“Narkotika jenis sabu ini berasal dari Cina, yang masuk ke Sumatera Utara melalui Malaysia. Modusnya masih sama seperti tangkapan yang lalu-lalu, yakni membungkusnya dalam kemasan teh,” jelas Agus.

Polisi masih akan terus mengembangkan kasus ini, untuk menangkap para pelaku lainnya dalam jaringan ini. Sementara, ketujuh tersangka yang masih hidup itu masih mendekam di tahanan Polda Sumut untuk menjalani proses hukum.

Para tersangka dikenakan Pasal 111 Ayat (2) atau Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (ts-05)

BACA JUGA  Operasi Yustisi Digelar Polda Sumut, Tak Pakai Masker Bakal Disanksi