Ribuan Nelayan Tradisional di Asahan dan Tanjungbalai Protes Aktifitas Kapal Trawl

251
tobasatu.com, Asahan | Ribuan nelayan dari Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) berdemonstrasi ke DPRD Asahan, Rabu (18/9).
Menurut Koordinator Aksi, Al Mustaqim Marpaung, menyampaikan, mereka mengeluh terhadap aktivitas pukat trawl atau pukat tarik yang selalu beroperasi pada zona nelayan tradisional di perairan Selat Malaka.
“Beroperasinya pukat tarik atau pukat trawl tersebut karena pengusahanya¬† disinyalir main mata dengan oknum aparatur terkait. Jika pukat-pukat itu tidak segera ditertibkan, jangan salahkan kami jika terjadi terjadi pembakaran terhadap kapal pukat trawl/tarik,” kata Mustaqim diamini oleh para nelayan.
Senada juga disampaikan oleh ketua DPD KNTI (Komisi Nelayan Tanjung Balai red), Muslim Panjaitan. Dirinya menjelaskan, pukat trawl itu dapat merusak lingkungan dan menggerus tangkapan para nelayan tradisional.
“Kapal-kapal pukat trawl/tarik membuat para nelayan kecil terancam kelaparan. Disamping itu juga, keberadaannya
dipastikan dapat merusak terumbu karang yang berpotensi akan terjadinya kerusakan lingkungan laut,” tegasnya.
Mereka meminta kepada pihak pemerintah dan aparatur penegak hukum agar mendukung seluruh nelayan tradisional.
“Terlebih untuk penegakan Undang-Undang, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait penggunaan alat tangkap ikan yang dapat merusak lingkungan maupun ekosistem laut,” ungkapnya.
Menyahuti aspirasi dari para nelayan, Pimpinan Sementara DPRD Kabupaten Asahan, Baharuddin Harahap menyatakan, Pemkab Asahan dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Asahan dan seluruh pemangku kepentingan untuk membahas permasalahan tersebut. (ts23)
BACA JUGA  Pulang dari Pasar, Anak Temukan Orang Tua Tewas Tergantung
Loading...
loading...