Kerap Bolos Sekolah, Ayah Bunuh Anak Pakai Pisau Tumbuk Lada

1361

 

tobasatu.com, PANCURBATU | Malu karena anaknya yang kerap bolos sekolah, dia tega membunuh anaknya  dengan senjata tajam jenis pisau tumbuk lada hingga tewas mengenaskan.

Ayah sadis itu M Sitepu alias Gondang (31), warga Pancur Batu, Deli Serdang. Ia menghabisi nyawa anaknya KS (11) di kediaman mereka pada Jumat (27/9) sekira pukul 23.30 WIB. Ayah dua anak ini juga sempat menusuk tangan kanan istrinya.

Data diterima, awalnya pada Jumat (27/9), tersangka bersama istrinya N Beru Sembiring (42) masih berbincang di dalam kamar. Saat itu, Beru Sembiring berbaring bersama dua orang anaknya di tempat tidur. Tersangka duduk di depan pintu kamar.

Karena sudah larut malam, tersangka kemudian mengajak istri dan anaknya tidur. Setelah menyadari kalau istri sudah  tidur, tersangka mengambil sebilah pisau jenis tumbuk lada yang sudah dipersiapkannya lalu menuju ke kamar anaknya.

Lalu tersangka langsung mengeksekusi korban yang masih duduk di bangku kelas V SD ini dengan cara menusuk leher korban sebanyak 4 kali,. Korban tewas dalam kondisi berlumuran darah.

Beberapa saat kemudian, istri tersangka yang terjaga dari tidurnya merasa curiga karena tak melihat suaminya itu tidur di kamar. Beru Sembiring menuju kamar.

Begitu melihat suami telah membunuh anak mereka dan masih memegang pisau, Beru Sembiring syok.
Seketika itu juga dia memeluk tubuh suaminya dan menanyakan kenapa putra sulung mereka itu dibunuh.

Ketika itu, Beru Sembiring berusaha untuk mengambil pisau yang dipegang si tersangka. Namun, tersangka tetap mempertahankannya, dan diduga karena sudah kalap, tersangka malah menusuk tangan kanan isterinya.

Takut dirinya mati konyol seperti yang dialami korban, dalam kondisi luka dan berlumuran darah, Beru Sembiring menjerit sekeras-kerasnya. Warga sekitar yang mendengar suara jeritan tersebut langsung berhamburan ke luar rumah dan menuju ke TKP.  Begitu istrinya menjerit dan banyak warga yang datang, Gondang langsung melarikan diri.

BACA JUGA  Kasus Pembunuhan Dedek Tato: Pelaku Kalut Sering Dimaki Korban

Warga kemudian menghubungi pihak Polsek Pancur Batu. Tak lama kemudian, Unit Reskrim Pancur Batu yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan, Panit II Ipda Situmorang dan tim langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP.

Kemudian petugas melalukan pengejaran terhadap tersangka. Sekira pukul 01.45 WIB, petugas berhasil meringkus tersangka di perladangan tak jauh dari lokasi kejadian. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, tersangka berikut barang bukti sebilah pisau tumbuk lada bergagang kayu serta sepasang kaos dan celana pendek milik korban, diamankan ke Polsek Pancur Batu.

Sementara itu, jasad korban dievakuasi ke RSU Bayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan untuk diotopsi, dan ibu korban dirawat ke Puskesmas Pancur Batu.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chan, melalui Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan, ketika dikonfirmasi, Sabtu (28/9) siang mengatakan, motif pembunuhan itu diduga hanya karena tersangka merasa malu anaknya itu kerap bolos sekolah.

“Tersangka kita amankan beberapa saat setelah kejadian dari salah satu perladangan milik warga tak jauh dari TKP. Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHPidana,” ujarnya. (ts21)

Loading...
loading...