Ketika JPU Sibuk Bertelepon Saat Sidang Berlangsung

2069

tobasatu.com, Pancurbatu | Persidangan kasus pakaian bekas impor di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam bersidang di Pancurbatu, Kamis  (17/10), diwarnai aksi jaksa penuntut umum (JPU) dari Cabang Kejaksaan Deli Serdang di Pancurbatu, sibuk menelepon.

Ini terjadi ketika JPU, Resky, mengajukan pertanyaan kepada saksi A Dr Charge. Anehnya disaat bersamaan, rekan kerjanya bernama Ramayani Amir Ahmad malah sibuk bertelepon. Ulah itu menciptakan kesan persidangan tersebut terkesan kurang direspon.

Beberapa saat usai bertelpon, oknum jaksa ini sempat meninggalkan sidang. Kemudian balik lagi menemani rekan kerjanya di kursi semula.

Kelakuan bertelepon di ruangan persidangan ini, bukan pertama kali dia lakoni. Sebab, selama wartawan mengikuti persidangan di PN Lubuk Pakam bersidang di Pancur Batu, Rahmayani Amir Ahmad SH kerap berbicara dengan seseorang via HP.

Bukan itu saja, oknum jaksa yang satu ini beberapa kali tidak mengenakan pakaian dinas kejaksaan pada saat mengikuti sidang. Oknum jaksa  ini juga kerap tidak menghadiri persidangan yang dia tangani. Berkas  hanya dititipkan kepada rekan kerjanya. Akibat ulahnya itu pula, belum lama ini pernah terjadi perselisihan  antara oknum jaksa tersebut dengan keluarga terdakwa.

Pasalnya, hanya karena berkas salah satu perkara dititipkan kepada rekan kerjanya (jaksa lain) saat digelar agenda tuntutan. Jaksa yang mendapat titipan berkas dimaksud tidak mengetahui secara pasti status barang bukti sepeda motor. Bahkan, saat majelis hakim menanyakan status sepeda motor itu, jaksa yang menerima titipan berkas tadi pun sempat kebingungan.

Sehingga, saat membacakan putusan, majelis hakim menyatakan kalau sepeda motor dirampas untuk negara. Padahal, keluarga terdakwa sebelumnya sudah mengajukan permohonan pinjam pakai sepeda motor kepada Rahnayani Amir Ahmad, SH sembari menyerahkan syarat administrasi sesuai yang diminta.

BACA JUGA  Lagi Mangkal, Tas Berisikan Lipstik Milik Wanita Ini Dijambret

Alhasil, keluarga terdakwa pun pontang-panting mengupayakan agar barang bukti sepeda motor tadi bisa dikembalikan lagi kepada pemiliknya.

Untuk itu, diminta kepada Kejatisu, Lajarai Lubuk Pakam dan Kacabjari Pancur Batu Junaidi, memberikan sanksi kepada anggotanya yang satu ini. Sehingga yang bersangkutan bisa berbenah diri, agar jaksa yang lainnya tidak berbuat hal yang sama. (ts-21)

Loading...
loading...