Gurun Pasir ala Pulau Bintan Ini Ternyata Dulunya Bekas Galian Tambang Bauksit

331
Gurun Pasir Telaga Biru di Pulau Bintan.

tobasatu.com, Bintan | Pulau Bintan memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Bila berkesempatan berwisata ke Bintan, jangan lupa untuk mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru, yang terletak di Dusun Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Gurun Pasir ini sangat indah untuk dijadikan lokasi foto.

Berada di Gurun Pasir Telaga Biru, kita seolah berada di Gurun Pasir yang lazimnya berada di Timur Tengah. Sejauh mata memandang, terlihat gundukan pasir putih dan birunya air yang dipantulkan telaga. Sinar matahari yang terik tak membuat wisatwan melewatkan kunjungan ke tempat ini.

Ternyata, dahulunya tempat ini merupakan bekas galian tambang bauksit, yang merupakan bahan untuk membuat batu marmer. Sementara pasir putihnya diekspor ke Singapura untuk dijadikan bahan reklamasi.

Sekitar 31 wartawan unit Pemprov Sumut berkesempatan mengunjungi Pulau Bintan, dan berkunjung ke Gurun Pasir Telaga Biru, guna menyaksikan keindahan alam di kawasan tersebut, Sabtu (19/10/2019). Kunjungan ini merupakan bagian dari studi pengayaan wawasan wartawan ke BP Batam bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu.

Gurun ini memiliki telaga yang airnya berwarna biru. Telaga biru merupakan favorit wisatawan untuk berfoto.

Menurut Yani, seorang pemandu wisata dalam rombongan tersebut, setiap harinya terdapat sekitar 500-an wisatawan yang berkunjung ke Gurun Pasir Telaga Biru, dan yang terbanyak merupakan wisatawan asal Tiongkok. Letak Pulau Bintan yang berdekatan dengan Laut China Selatan membuat tempat itu didominasi wisatawan asal Tiongkok.

“Ada sekitar 500 wisatawan setiap hari yang berkunjung ke Gurun Pasir ini, dan terbanyak wisatawan asal Tiongkok,” sebut Yani.

Wisatawan asal Tiongkok ini umumnya tidak pandai berbahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia. Karena itulah tak jarang kita bisa mendengar para pedagang di sekitar Gurun Pasir Telaga Biru bisa berbahasa Mandarin ataupun Hokian.

Letaknya yang berdekatan dengan Singapura juga membuat mata uang Dolar Singapura dijadikan sebagai alat transaksi di tempat itu.

BACA JUGA  Kaldera Batur Butuh Waktu 3 Tahun untuk Menjadi UNESCO Global Geopark
Wisatawan umumnya datang berkelompok.

Menurut Yani, hamparan Gurun Pasir Telaga Biru ini terbentang di areal sekitar 6.000 hektar. Telaga biru terdapat di tengah-tengah gurun pasir. Telaga biru itu tadinya merupakan cekungan hasil korekan tambang bauksit yang mengeras dan kemudian oleh masyarakat setempat dikelola dan dijadikan objek wisata.

“Bekas cekungan itu  menampung air hujan dan menimbulkan pantulan warna biru yang indah,” sebut Yani.

Di Gurun Pasir disediakan juga berbagai properti untuk spot foto diantaranya boneka unta, kuda, dan ayunan. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp5.000 untuk bisa menikmati property tersebut. Karena keindahannya, sebut Yani, tak jarang juga wisatawan membawa beberapa pasang baju untuk diganti-ganti saat berfoto.

Wisatawan asal Tiongkok berfoto di Gurun Pasir Telaga Biru.

Untuk sampai ke Gurun Pasir Telaga Biru, jika menggunakan fery cepat hanya menempuh waktu 15 menit dari Pelabuhan Tanjung Uban. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke objek wisata tersebut. (ts-02)

Loading...
loading...