Pengelolaan Air Limbah di Pulau Batam Layak Dijadikan Percontohan

282
Rombongan wartawan unit Pemprov Sumut bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut dalam rangka studi pengayaan wawasan wartawan ke BP Batam, Jumat (18/10/2019).

tobasatu.com, Batam | Meski tak memiliki sungai sebagai sumber air bersih, Badan Pengusahaan (BP) Batam mampu mengelola pasokan air yang sangat terbatas sehingga menjadi layak konsumsi. Batam hanya mengandalkan curah hujan sebagai persediaan air bersih yang ditampung di waduk-waduk buatan.

Bahkan kini BP Batam tengah mengupayakan teknologi untuk mengelola air laut dan air limbah untuk dijadikan air bersih yang layak konsumsi. Sebab ketersediaan air bersih menjadi syarat utama dari investor sehingga infrastruktur air menjadi perhatian serius dari pemerintah.

Kabag Pelayanan Media Harvina Zuhra (tengah) saat memimpin rombongan wartawan unit Pemprov Sumut, didampingi Ketua Forum Wartawan unit Pemprovsu Khairul Muslim (kanan).

Pemprov Sumut harus meniru masterplan maupun manajemen pengelolaan air yang telah diberlakukan BP Batam ini, agar pasokan air bersih ke rumah-rumah warga dapat terlayani dengan baik.

Menurut Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Waduk, Hadjad Widagdo, Batam tidak memiliki pasokan dari sumber air. Batam hanya mengharapkan hujan. Untungnya curah hujan di Batam juga tinggi. Sekitar 2.400 milimeter per tahun. Namun setelah adanya perubahan cuaca, elnino, dan lainnya, curah hujan di Batam mulai berkurang.

“Waduk di Batam tidak mendapatkan air hujan rutin, sehingga BP Batam melakukan teknologi agar pasokan air di waduk terus tersedia,” ungkap Hadjad, saat menerima rombongan wartawan unit Pemprov Sumut bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut dalam rangka studi pengayaan wawasan wartawan ke BP Batam, Jumat (18/10/2019).

Kegiatan studi pengayaan wawasan di Batam berlangsung sejak Kamis (17/10/2019) hingga Minggu (20/9/2019).

“Jadi waduk kami di sini juga buatan. Kami tidak punya danau yang luar biasa seperti di Sumut, Danau Toba. Waduk buatan terbesar yang kami miliki adalah Waduk Duriangkang. Dulunya ini air asin. Hanya saja sekarang sudah ditetapkan sebagai sumber air baku terbesar, karena ini memang waduk yang paling besar di Batam,” imbuh Hadjad.

BACA JUGA  Tunggakan Pajak Air Permukaan PT Inalum Pengaruhi Struktur APBD Sumut 2020

Selain Waduk Duriangkang dengan volume 78.180.000 m3, penyediaan air bersih di Pulau Batam juga berasal dari Waduk Sei Nongsa dengan volume 720.000 m3, Waduk Sei Boloi 270.000 m3,  Waduk Sei Ladi 9.490.000 m3, Waduk Sei Harapan dengan volume 3.600.000 m3 dan Waduk Muka Kuning dengan volume 12.270.000 m3. Selain waduk-waduk ini BP Batam juga sedang merencanakan pembangunan waduk tambahan yakni Waduk Rempang yang nantinya dengan volume 5.166.400 m3, Waduk Sei Gong dan satu lagi Waduk Tembesi yang sampai saat ini juga belum beroperasi.

Ke depan BP Batam juga sedang merencanakan pembangunan waduk tambahan, yakni Waduk Rempang, yang nantinya memiliki volume 5.166.400 meter kubik, Waduk Sei Gong, dan Waduk Tembesi, yang sampai saat ini juga belum beroperasi.

“Kami juga sedang menjajaki pengelolaan air bersih dari air laut. Ada beberapa negara sedang menawarkan investasinya, satu diantaranya Korea. Hanya saja kajiannya masih dipelajari,” jelas Hadjad.

Dalam pengelolaan air bersih, BP Batam menyerahkannya kepada PT Adhya Tirta Batam (ATB). Perusahaan ini juga dinilai berhasil dalam mengelola air bersih di Pulau Batam. Terbukti hingga saat ini sudah 95 persen yang mendapatkan manfaat air bersih tersebut.

“Dan terbukti air yang tidak terpakai di Batam sekitar 15-18 persen saja,” sebut Hadjad.

Terpenting, lanjut Hadjad, dalam pengelolaan air ini, BP Batam mengedepankan pelayanan bukan pendapatan. Mengingat ketersediaan air ini merupakan visi Pulau Batam. Investor yang ingin berinvestasi ke Batam juga melihat hal ini.

“Karena ini sudah visi kami, masterplan-nya harus dibuat bagus. Uji kelayakannya harus benar. Jangan sampai sudah dibuat, diulang lagi. Jadi kami enggak mau coba-coba. Sebab dari awal kami berniat membangun infrastruktur air bersih dan limbah untuk industri dan domestik di Batam,” jelasnya.

BACA JUGA  MTQN ke XXVII di Sumut, Sekda Ajak Seluruh Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Baik

Rombongan dipimpin Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, melalui Kabag Pelayanan Media Harvina Zuhra, dan Ketua Forum Wartawan Pemprov Sumut Khairul Muslim, sebelumnya diterima Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat BP Batam Yudi Haripurdaya.

Harvina menyebutkan, pada kunjungan kali ini, pihaknya membawa sebanyak 31 wartawan yang bertugas di lingkungan Pemprov Sumut, sejumlah pejabat eselon IV, serta staf Biro Humas dan Keprotokolan.

“Ini bukan yang pertama kami ke BP Batam. Pada lima tahun lalu juga sudah pernah datang ke sini. Hanya saja pada kunjungan kali ini, kami memang memfokuskan tema pengelolaan air dan limbah di Batam. Sehingga pulang dari sini, ada masukan untuk para wartawan,” bebernya.

Ketua Forum Wartawan Pemprov Sumut, Khairul Muslim menambahkan, dipilihnya Batam sebagai destinasi untuk pengayaan wawasan, mengingat BP Batam sukses mengelola ketersediaan air bersih sehingga nantinya bisa menjadi masukan bagi wartawan dalam membuat berita terkait persediaan air minum yang saat ini dikelola Pemprov Sumut.

“Semoga hasil kunjungan ini bisa kami sampaikan dalam tulisan yang menjadi bahan masukan bagi pihak yang berkompeten dalam melakukan pengelolaan air di Pemprov Sumut,” tutur Khairul Muslim. (ts-02)

Loading...
loading...