Guru Honorer Belum Mendapatkan Penghasilan yang Sesuai dengan Pengabdian 

601

 

tobasatu.com, Sergai | Guru honorer  belum mendapatkan penghargaan dan penghasilan yang sesuai dengan pengabdiannya.

 

Ini terungkap pada audiensi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Bupati dan Wakil Bupati Sergai di ruang Bupati dan Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati, Selasa (29/10). Kegiatan ini dilanjutkan dengan  sosialisasi program unggulan bidang pendidikan matematika dan Bahasa Inggris.

 

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman, Wabup H Darma Wijaya, Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan APKASI Himmatul Hasanah, MP beserta tim,Asisten Ekbangsos Ir H Kaharuddin, Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik, MM beserta jajaran,  Kadis Kominfo Drs H Akmal, M.Si, Kepala BKD Drs Dimas Kurnianto, SH, M.Si, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan se-Sergai.

 

Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan Apkasi, Himmatul Hasanah, MP menjelaskan bahwa Apkasi sebagai organisasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia beranggotakan 416 kabupaten.

 

Memiliki visi dan misi strategis bagi daerah yang dituangkan ke tugas pokok dan fungsi Apkasi yang bermuara pada terciptanya pemerataan yang nyata, pembangunan berkelanjutan dan terciptanya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Mewakili Apkasi menyampaikan perjuangan di bidang pendidikan, fokus tiga hal terkait kualitas pendidikan kita di level internasional yaitu program peningkatan mutu guru antara lain dengan metode smart teaching, bagaimana mengajar itu lebih menyenangkan.

 

“Pada bidang studi matematika dan bahasa khususnya Bahasa Inggris, sebab khusus bahasa Inggris menjadi salah satu syarat penting dalam persaingan global,” jelasnya.

 

Topik permasalahan tentang kondisi tenaga pengajar khususnya guru honorer dan kekurangan guru yang masif namun hingga sekarang belum teratasi secara signifikan. Pada kenyataannya, terdapat sekitar 60% guru honorer. “Jika tidak diatasi dengan segera, sementara guru honorer tersebut belum mendapatkan penghargaan dan penghasilan yang sesuai dengan pengabdiannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Selain Infrastruktur, Membangun Moral, Spritual dan Rohani Juga Hal Terpenting

 

Hal ini terus-menerus menjadi bahan kajian di Aplasi bersama para bupati seluruh Indonesia. “Pada intinya, pendidikan harus dilihat secara holistik. Mulai dari ketersediaan bangunan sekolah, sarana dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar,” bebernya.

 

 

Apkasi melihat, tenaga pengajar harus mendapat perhatian dan bimbingan intensif, sehingga proses transfer ilmu di sekolah berlangsung baik, proses belajar menyenangkan, ada interaksi aktif antara pendidik dan anak didik serta bagaimana menciptakan orientasi pada hasil.

 

Dalam sambutannya Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Wabup H.Darma Wijaya sangat mengapresiasi perhatian dan rencana solusi bagi para guru honorer saat ini. Terkait hambatan dan segala permasalahan dengan subjek guru honorer semuanya bergantung pada tiga hal yaitu kompetensi, distribusi dan renumerasi.

 

Terkait kompetensi, smber daya menusia menjadi kunci penting untuk memenangkan persaingan global. Tenaga profesional dalam negeri bersaing dengan tenaga kerja asing dan menimbulkan persaingan ekonomi yang ketat. Kondisi ini menyebabkan adanya urgensi terhadap kemampuan bahasa Inggris.

 

Di Asia, tingkat kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih di bawah Malaysia dan India yang berada di level tinggi. Lalu diikuti oleh Korea Selatan, Vietnam, Jepang dan Taiwan. Hal tersebut menunjukkan perlu adanya kesadaran dari masyarakat Indonesia khususnya guru untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris, yang disertai dukungan dari berbagai pelaku sektor pendidikan, baik dari sektor formal maupun informal.

 

Kemudian permasalahan kedua adalah kurang meratanya distribusi tenaga pendidik khususnya tenaga honorer. Dari total 5.905 jumlah ASN Kabupaten Sergai, 4.000 orang di antaranya tenaga fungsional (tenaga pendidik dan kependidikan), serta terdapat 1530 tenaga kontrak. Dari jumlah tersebut masih terdapat beberapa wilayah yang kekurangan guru khususnya mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris.

BACA JUGA  Hanya dengan Persatuan Kita dapat Mewujudkan Cita-Cita Bangsa

 

Selanjutnya yang ketiga adalah renumerasi atau penghargaan atas jasa yang setimpal atas pengabdian dan kerja keras para guru honorer tersebut. “Jika ketiga hal di atas dapat kita penuhi, maka otomatis tingkat kesejahteraan guru honorer akan meningkat dan tidak terlalu bergantung kepada pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PNS,” ungkapnya.

 

Selain itu Wabup Sergai H Darma Wijaya juga menyampaikan bahwa mutu pendidikan harus ditingkatkan. “Hindari dan hilangkan pola fikir mencari keuntungan pribadi saja ketimbang bekerja ikhlas dan mengabdi sebagai tenaga pendidik,” sebutnya.

 

Untuk memperbaiki hal tersebut diatas, perlu dicari akar masalah dari problematika pendidikan sehingga nantinya setelah hal yang tidak baik akan diperbaiki, yang buruk ditinggalkan serta mari menyatukan tujuan bersama untuk masyarakat yang cerdas dan sejahtera. (ts18)

Loading...
loading...