Konflik Internal PKS Merembet ke DPRD Sumut, Hafez Diblokir Hingga Terancam PAW

1160
Logo Partai Keadilan Sejahtera

tobasatu.com, Medan | Konflik internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah merembet ke DPRD Sumatera Utara. Mantan Ketua DPW PKS Sumut Muhammad Hafez yang merupakan loyalis Anis Mata tidak ikut dimasukkan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) manapun baik di komisi, Badan Kehormatan Dewan (BKD) maupun Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

Padahal komposisi Alat Kelengkapan Dewan sudah diumumkan secara resmi pada paripurna yang digelar Senin (28/10/2019).

Saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/10/2019), Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut Misno Adisyah Putra menyebutkan, tak masuknya nama M. Hafez merupakan keputusan partai. “Keputusan partai itu, kami inikan perpanjangan tangan partai saja,” katanya.

Ketika ditanya apakah akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap mantan Ketua DPW PKS Sumut itu, Misno menjawab kurangtahu. “Kalau itu saya kurangtahu,” jawabnya singkat.

Sementara itu, M. Hafez saat diminta tanggapan namanya tidak masuk dalam AKD dan rencana di PAW, tersenyum. “Saya nggak tahu, cuma inikan kalau menurut saya terkait dengan kedewasaan bernegara. Kalau ada masalah internal dan dinamika partai, tapi kalau sudah melanggar Tatib dan aturan negara kan harusnya dievaluasi, bukan seperti ini,” imbuhnya.

Ketika ditanya jika nantinya benar dirinya di PAW, apakah akan menggugat atau tidak? M. Hafez menjawab, kita lihat saja.

“Ya sebelum saya menggugat saya berharap teman-teman di fraksi, yang pengambil kebijakannya ada Ustadz Salman, Pak Misno, Doktor Hariyanto, inikan orang – orang distruktur pengambil kebijakan, mereka harus mengevaluasi, karena ini bertentangan dengan hukum dan tatib,” tambahnya.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Dr Anang Anas Azhar MA menilai, konflik internal elit DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan faksi Fahri Hamzah Cs sejatinya tak perlu digiring ke PKS Sumut, bahkan masuk ke DPRD Sumut dengan memblokir hak Muhammad Hafez Lc MA dari anggota DPRD Sumut.

BACA JUGA  Randiman Tarigan Luncurkan Biografi Menulis Asa di Atas Batu

“Sikap Fraksi PKS DPRD Sumut yang memblokir Ustadz Hafez tanpa duduk di komisi manapun kurang beretika. Ini artinya, secara perlahan menghilangkan kekuatan Hafez di legislatif. Dalam perspektif komunikasi politik konflik internal PKS dari fakta ini ternyata belum selesai,” kata Anang Anas Azhar di kampus UINSU Medan.

Seperti diketahui bahwa Muhammad Hafez pernah menjabat Ketua DPW PKS Sumut, namun di tengah jalan karena kisruh internal DPP PKS merebak ke seluruh Indonesia termasuk Sumatera Utara, akhirnya, DPP PKS mengganti Ustadz Hafez kepada Dr Haryanto yang sebelumnya sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Deliserdang.

Konflik tersebut, kata Anang, ternyata belum mereda. Sejatinya, konflik yang terjadi tidak dibawa ke ranah legislatif. Apalagi DPRD Sumut telah merampungkan perangkat alat kelengkapan dewan. DPRD Sudah membentuk fraksi-fraksi, kemudian pimpinan dewan juga sudah dilantik, komisi juga sudah dibagi.

“Jadi, dari 100 anggota DPRD Sumut yang dilantik sudah tau ke mana meja mereka. Aneh mengapa Ustad Hafez belum mengetahui di mana komisinya,” katanya.

Anang menilai, komunikasi politik Fraksi PKS DPRD Sumut dengan Muhammad Hafez mengalami kendala. Bisa jadi, komunikasi yang tersumbat tersebut akibat konflik yang terjadi selama ini. Jika situasi ini berkelanjutan, menurut Anang harus ada solusi bersama untuk mengatasi konflik yang terjadi.

Dosen Pascasarjana UINSU itu menyebutkan, tidak ada alasan Fraksi PKS atau DPW PKS untuk menghambat penempatan komisi Muhammad Hafez. Pasalnya, Hafez merupakan caleg terpilih dan ditetapkan KPU Propinsi dari PKS untuk daerah pemilihan Sumut I.

“Jika PKS tidak memberikan penempatan komisi kepada Ustad Hafez, itu artinya sudah memasung hak Hafez sebagai anggota dewan. Ini artinya menghambat konsituen Hafez ke daerah pemilihannya,” katanya. (ts-02)

BACA JUGA  Warga Komplek Abdul Hamid Minta Rekomendasi DPRD Sumut
Loading...
loading...