4.682 Ekor Babi di Sumut Mati Akibat Terjangkit Virus Hog Cholera

157
Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis bersama Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Hendra Dermawan Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahid, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar, Kepala Dinas SDA Tata Ruang dan Cipta Karya Alfi Syahriza, dan Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Binsar Situmorang, memberikan keterangan pers terkait virus hog cholera babi di Kantor BPBD Sumut, Jalan Medan-Binjai, KM 10, 3 Nomor 8, Minggu (10/11/2019).

tobasatu.com, Medan | Penyebaran Virus Hog Cholera kian mengkhawatirkan. Dari 1,2 juta populasi babi di Sumatera Utara, telah ditemukan 4.682 ekor babi yang mati akibat terinfeksi virus yang kini telah menyebar ke 11 kabupaten/kota di Sumut tersebut.

Parahnya, sebagian bangkai babi yang mati itu dibuang ke sungai sehingga menimbulkan pencemaran.

“Adapun 11 kabupaten/kota yang terjangkit virus Hog Cholera tersebut diantaranya Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Medan, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir,” tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar Harahap, saat menggelar jumpa pers di Kantor BPBD Sumut, Jalan Medan-Binjai, KM 10, 3  Nomor 8, Minggu (10/11/2019).

Untuk penanganan bangkai babi yang terinfeksi virus hog cholera, Azhar pun mengimbau jangan menunda untuk menguburkan.

“Untuk ternak yang telah mati, harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikuburkan dan dibakar, jangan dibuang ke sungai atau pun di buang ke hutan,” tambahnya.

Pemprov Sumut sendiri memastikan virus Hog Cholera yang menyerang ternak babi di sejumlah daerah di Sumatera Utara, sejauh ini belum ada yang menginfeksi manusia.

Hal ini diketahui berdasarkan laporan dari Tim Unit Reaksi Cepat Pencegahan dan Penanganan Peredaran Virus Hog Cholera Babi, yang langsung turun ke lapangan dan melakukan sejumlah pengujian.

“Tim sudah bekerja, penyakit ini hanya menyerang ternak babi, ternak yang terinfeksi virus hog cholera pun tidak bisa diobati, kita hanya bisa melakukan upaya pencegahan virus dengan melakukan sanitasi terhadap kandang, dan pemberian vitamin, serta vaksin kepada ternak yang sehat,” tutur Kepala M Azhar Harahap.

Tim Unit Reaksi Cepat yang dibentuk Pemprov Sumut antara lain berasal dari dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas SDA Tata Ruang dan Cipta Karya Sumut, Badan Lingkungan Hidup, BPBD Sumut dan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut.

BACA JUGA  Asahan Canangkan Diversifikasi Pangan Kurangi Konsumsi Beras

Azhar menjelaskan, bahwa virus ini pertama kali ditemukan 25 September 2019, lewat surat yang disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Dairi.

“Kami pun langsung menyikapi serius laporan tersebut dengan melakukan pengambilan  sampel darah babi, di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Deliserdang, dan hasil dari laboratorium menyatakan itu positif Hog Cholera,” paparnya.

Sampai saat ini telah ditemukan 4.682 ekor babi yang mati karena hog cholera, dari jumlah populasi babi di Sumut sebanyak 1,2 juta ekor.  (ts-02)

Loading...
loading...