Masih Ada Guru Honorer di Asahan Digaji Rp300 Ribu Perbulan

605

 

tobasatu.com, Asahan | Kesejahteraan tenaga guru honorer dan operator sekolah di Kabupaten Asahan masih terbilang sangat memprihatinkan dan tidak manusiawi. Pasalnya, masih terdapat guru honorer dan tenaga operator sekolah yang diberi gaji hanya Rp300 ribu sampai Rp500 ribu perbulan.

“Meskipun tenaga guru honorer dan operator sekolah termasuk tenaga profesional, tetapi insentif untuk posisi tersebut terkadang lebih rendah dari buruh. Ada yang digaji hanya Rp300 ribu sampai Rp 500 ribu perbulan, itupun dibayar sekali 3 bulan,” ungkap salah seorang tokoh pemerhati pendidikan di Kabupaten Asahan, Nova Novika Santi, Kamis (14/11).

 

Dikatakan Nova, kedua profesi tersebut telah berjasa membantu berjalannya proses belajar mengajar dan seluruh administrasi di setiap sekolah. Namun, hak mereka tersebut untuk mendapatkan hidup yang mendekati layak saja diabaikan.

 

Nova mengatakan, pemerintah provinsi dan Kabupaten Asahan harus menempatkan guru honor dan operator sekolah tersebut sebagai tenaga profesional. “Minimal, para guru honor dan operator sekolah  tersebut diberikan gaji sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten Asahan Tahun 2019 sebesar Rp2.593.986,64,” jelas Nova.

 

Kendati mereka belum diangkat CPNS, lanjut Nova, tetapi dengan insentif honor yang sesuai dengan UMK Kabupaten Asahan, bisa sedikit mengobati persoalan guru honor tersebut. “Persoalan ini harus menjadi perhatian serius oleh pihak Pemerintah Kabupaten Asahan,” terangnya.

 

Sementara itu, beberapa guru honorer dan tenaga operator sekolah yang identitasnya minta dirahasiakan mengakui hanya menerima gaji Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per bulannya. “Apa tidak pening kali kami untuk menghidupi kebutuhan setiap harinya,” keluh mereka.

 

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Asahan agar memerhatikan nasib guru honorer dan tenaga operator di setiap sekolah. “Kalaupun tidak bisa membayarkan gaji sesuai dengan UMK Kabupaten Asahan, minimal memberikan penambahan intensif. Kami meminta kepala daerah untuk menyalurkan insentif guru honor dan tenaga operator sekolah tersebut setiap bulannya. Jangan sampai, setelah tiga bulan ataupun enam bulan baru dibayarkan,” harap mereka.

BACA JUGA  Disinyalir tak Tepat Sasaran, Penyaluran Bantuan Hewan Ternak di Desa Tanjung Alam Dipertanyakan

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Sopian tidak dapat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. “Maaf ya bang, bapak Kadis sedang berada di luar,” ungkap beberapa staf di kantor Dinas Pendidikan Asahan. (ts23)

Loading...
loading...