Sudah 10.298 Babi Mati, Komisi IV DPR RI Beri Perhatian Agar Wabah Kolera Tak Meluas

390
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI.

tobasatu.com, Medan |  Komisi IV DPR RI memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) agar wabah kolera babi (hog cholera) tidak meluas ke daerah lain.

Apalagi saat ini tercatat sudah ada 10.298 ekor babi yang mati terkena wabah kolera.

Menurut Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin  penyebaran wabah ini harus segera dihentikan agar tidak merugikan masyarakat dan juga peternak.

Sudin mengatakan, Komisi IV DPR-RI akan membantu sekuat tenaga agar permasalahan wabah babi di Sumut segera teratasi, sehingga tidak menyebar ke daerah yang belum terinfeksi wabah. 

“Kita memberikan dukungan penuh kepada Pak Gubernur untuk mengatasi masalah ini. Kalau perlu relokasi anggaran, kita akan bantu. Kita tidak ingin masalah ini semakin besar,” tegas Ketua Komisi IV DPR-RI yang datang bersama anggota Komisi IV lainnya, Jumat (22/11/2019). 

Populasi babi di Sumut menurut data terakhir Kementerian Pertanian ada 1.277.471 ekor.  Upaya yang perlu dilakukan sekarang menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI I Ketut Diarmita adalah menyelamatkan sisa babi yang belum terkena wabah.

“Masih ada sekitar 1,26 juta babi lagi di Sumut, kita upayakan sekuat mungkin sisanya ini tidak terkena wabah ini,” kata Ketut Diarmita.

Menurut Gubsu Edy Rahmayadi, sampai saat ini Pemprov Sumut dan Pemda kabupaten/kota sudah berupaya keras untuk menghentikan penyebaran wabah ini. 

Bukan itu saja, Pemprov dan Pemda bekerja sama dengan Kepolisian juga bekerja keras menghentikan pembuangan bangkai babi ke sungai, tong sampah dan tempat-tempat umum lainnya dengan cara patroli. Karena selama ini pemilik peternakan babi yang hewan ternaknya mati membuang bangkainya ke sembarang tempat.

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, Pemprov Sumut sekarang sedang mensosialisasikan kepada peternak-peternak babi agar memberikan bangkai babinya kepada tim yang dibentuk di tiap-tiap kecamatan yang mayoritas masyarakatnya memelihara babi. Selanjutnya bangkai tersebut akan dimusnahkan.

“Kita sudah bentuk tim untuk menangani ini, kalau ada peternak yang babinya mati serahkan bangkainya kepada tim kami yang ada di daerah, jangan dibuang sembarangan. Tim ini juga patroli mencegah orang membuang bangkai babi sembarangan,” tegas Edy.

Edy Rahmayadi juga prihatin bila wabah ini sulit dihentikan karena tidak sedikit masyarakatnya yang bergantung pada peternakan babi. Namun, saat ini babi-babi Sumut dilokalisir agar tidak keluar dari Sumut dan juga tidak menyebar ke daerah lain di Sumut,” tambah Edy.

Bila dalam waktu dekat masalah wabah babi di Sumut tidak teratasi maka Kementerian Pertanian akan melakukan penanganan secara khusus. Terkait hal itu, Pemprov Sumut akan siap mengikuti arahan dari Kementerian Pertanian. 

“Kita ikuti prosedur yang mereka berikan,” tegas Edy Rahmayadi.

Turut hadir Kasdam I/BB Untung Budiharto, Kepala BPBD Provinsi Sumut Riadil Lubis, Kepala Balai Karantina RI Ali Jamil Harahap, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Azhar Harahap serta OPD terkait. (ts-02)

BACA JUGA  Pemprov Sumut dan KPPU RI Teken MoU Terkait Pengawasan Tender Proyek
Loading...
loading...