Penjualan Ikan Anjlok Hingga 70 Persen, Pedagang Pusat Pasar Curhat ke Gubsu Edy

364
Gubsu Edy Rahmayadi melakukan sidak ke Pusat Pasar Medan, Rabu (4/12/2019). Pedagang mengeluhkan turunnya omset penjualan mencapai 70 persen akibat pembuangan bangkai babi ke sungai.

tobasatu.com, Medan |  Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pusat Pasar Medan, Rabu (4/12/2019).

Sidak dilakukan Gubernur guna memastikan kestabilan harga bahan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dihadapan Gubernur, para pedagang menyampaikan uneg-unegnya, diantaranya pedagang ikan yang mengeluhkan omset penjualan ikan merosot tajam hingga mencapai 70 persen akibat insiden pembuangan bangkai babi ke sungai. 

“Penjualan ikan menurun 70 persen, itu yang membuat kami susah, padahal ikan itu kan asalnya dari tengah laut, bangkai babi-babi itu paling cuma sampai pantai. Isu ikan kena bangkai babi itu hoaks,” tutur Tetty Simbolon, seorang pedagang ikan di Pusat Pasar saat kiosnya didatangi Gubsu Edy.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Gubsu Edy yang didampingi Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono, Kepala Bulog Divre Sumut Basirun dan Kepala Disperindag Sumut Zonny Waldi

mendapati harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Bahan pokok yang harganya relatif naik seperti daging ayam, telur, gula, bawang merah, dan tomat. Untuk harga daging ayam beberapa pekan lalu rata-rata Rp26.000/kg menjadi Rp32.000/kg, telur dari yang biasanya Rp1.100/butir menjadi Rp1.400/butir. Bawang merah yang sebelumnya Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg dan tomat sebelumnya rata-rata Rp3.000/kg menjadi Rp8.000/kg. Sedangkan gula pasir naik dari Rp12.000/kg menjadi Rp13.000/kg.

Menurut Edy Rahmayadi kenaikan harga telur memang sudah diprediksi, karena menurunnya minat masyarakat terhadap ikan.

Gubsu dalam kesemparan itu juga mendengarkan uneg-uneg pedagang tentang biaya parkir yang mahal untuk bongkar muat barang, kerapian hingga harga yang mahal dari distributor.

“Banyak pedagang yang mengeluhkan harga bahan kebutuhan pokok ini sudah mahal dari distributor dan salah satu penyebabnya juga adalah parkir, karena bisa tidak hanya sekali saja mereka bayar parkir. Dan satu lagi, ini Pusat Pasar sangat tidak nyaman, harusnya Pusat Pasar itu bisa membuat orang nyaman berbelanja, kalau begini siapa yang lama-lama tahan di sini? Pada lari ke supermarket lah semua,” terang Edy Rahmayadi.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan adalah bawang putih yang biasanya rata-rata Rp35.000/kg menjadi Rp28.000/kg, cabai merah yang sebelumnya Rp30.000/kg menjadi Rp24.000/kg. Cabai rawit yang sebelumnya Rp30.000/kg menjadi Rp25.000/kg, sedangkan daging sapi stabil di harga Rp110.000/kg.

Usai meninjau Pusat Pasar Medan, Edy Rahmayadi dan rombongan langsung menuju Gudang Bulog Divre Sumut di Jalan Mustafa, Medan untuk mengetahui ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Diketahui saat ini Bulog memiliki stok 53.384 ton beras dan 53,8 ton daging kerbau beku.

“Bulog punya stok beras 53.384 ton dan daging beku 53,8 ton, itu cukup untuk 3 sampai 4 bulan ke depan. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal beras dan daging, belum lagi yang dari petani. Kita juga sudah menyerap 7.000 ton beras dari petani, belum termasuk beras dari pengusaha,” kata Kepala Bulog Divre Sumut Basirun. (ts-02)

BACA JUGA  Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kota Medan Masuk Kategori List Merah
Loading...
loading...