Aksi Pencegahan Korupsi yang Dilakukan KPK Selamatkan Uang Negara Rp60 Triliun

211
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

tobasatu.com, Jakarta | Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi aksi pencegahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil menyelamatkan uang negara hingga mencapai Rp60 triliun. Selain itu, terjadi peningkatan pada skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berdasarkan data dari Transparancy International Indonesia.

“IPK Indonesia semakin baik, mengalami kenaikan 1 poin dibanding tahun 2017, yakni 37 menjadi 38. Kami berharap KPK ke depannya meningkatkan kerja sama dengan lembaga anti korupsi internasional dan mengintensifkan kerja sama agency to agency,” tutur Wapres saat menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/12/2019).

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa pemerintah secara konsisten akan terus melakukan langkah-langkah perbaikan regulasi dan tata kelola kelembagaan yang diimbangi dengan bekerjanya pengawasan yang efektif baik internal maupun eksternal yang melibatkan partisipasi publik melalui keterbukaan informasi.

“Sesuai arahan Bapak Presiden aksi pencegahan korupsi diprioritaskan di sektor perizinan dan sektor pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Contohnya pelayanan administrasi pertanahan, kesehatan, dan pendidikan,” imbau Ma’ruf Amin.

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2019 mengambil tema ‘Bersama Melawan Korupsi, Mewujudkan Indonesia Maju’.

Upaya Pemprov Sumut Cegah Korupsi

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah yang juga hadir dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2019 di Gedung KPK, dihadapan anggota KPK menjelaskan mengenai upaya yang telah dilakukan oleh Pemprov Sumut dalam pencegahan korupsi.

Beberapa diantaranya melakukan pembekalan dan sosialisasi seputar peraturan perundang-undangan tindak pidana korupsi kepada para pejabat di lingkungan Pemprov Sumut, diskusi membahas Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), penandatanganan Pakta Integritas, meningkatkan pemberdayaan teknologi di bidang pelayanan untuk mendukung transparansi, dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Jadi Tuan Rumah PON 2024, Sumut Ditargetkan Miliki Stadion Bertaraf Internasional

“Melalui usaha-usaha yang kita lakukan ini, korupsi diharapkan bisa ditekan di Sumut. Sebagai musuh bersama, kami mengharapkan masyarakat juga aktif memerangi korupsi melalui keahlian dan bidang masing-masing. Di sektor pendidikan, bisa dengan gencar melakukan edukasi anti korupsi,” jelas Ijeck.

Diketahui, rangkaian peringatan Hari Korupsi Sedunia 2019 sudah dimulai sejak tanggal 6 Desember 2019. Sejumlah acara sudah dilaksanakan yakni Festival SAKSI, malam penghargaan ACFFest 2019 hingga workshop antikorupsi.

Turut hadir dalam peringatan tersebut Pimpinan dari lembaga negara, Menko dan Menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga non kementerian, mewakili gubernur, bupati/walikota se Indonesia. Terlihat juga pimpinan KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang, serta para pimpinan KPK terpilih yaitu Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata. (ts-02)

Loading...
loading...