Bulang Sulappei Khas Simalungun Catat Rekor MURI

401
Gubsu Edy Rahmayadi saat menyaksikan pencatatan Rekor MURI untuk seni melipat Bulang Sulappei di Festival Danau Toba (FDT) tahun 2019.

tobasatu.com, Parapat | Seni melipat Bulang Suppei khas Simalungun yang dilakukan 1.024 pelajar di Simalungun pada Festival Danau Toba (FDT) 2019, berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Senin (9/12/2019), yang digelar di Open Stage, Parapat.

Pemecahan rekor MURI ini langsung disaksikan oleh Manajer MURI Jusuf Ngadri dari Jakarta.

Dihadapan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Bupati Simalungun Jusuf menyampaikan pengakuan dan pencatatan rekor MURI atas pemasangan bulang (ulos) Sulappei.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Ria Telaumbanua menyambut baik diraihnya rekor MURI yang merupakan suatu kebanggan bagi Provinsi Sumatera Utara. “Rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak diikuti 1.024 sehingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut dapat memecahkan rekor MURI tersebut,” ujar Ria.

Dia juga menyampaikan hal yang sangat menarik adalah disaat ribuan warga bergabung dengan para kaum millenial mengenakan Bulang Sulappei Ulos tenunan asli budaya Simalungun.

Menurut sejarahnya Bulang Sulappei ini sudah semakin langka dan jarang dikenakan, karena masyarakat Simalungun lebih seing memakai Ulos Pamotting, Hio dan Bulang.

Ulos Sulappei adalah Ulos yang dikenakan kaum perempuan dibagian kepala dan dipergunakan sehari-harinya disaat beraktifitas.

Kisah lainnya dibalik Bulang Sulappei ini adalah sebagai lambang bagi setiap wanita yang telah menikah, secara khusus bagi ibu rumahtangga yang akan menghidangkan makanan, sehingga terhindar dari uraian rambut dan tidak jatuh ke dalam makanan.

Jadi Bulang Sulappei adalah suatu kebesaran dan menjadi kebanggaan tersendiri, namun pada era millenial sekarang ini pemakaian Bulang secara khusus bagi wanita Simalungun semakin terkikis.

“Melalui FDT ini Bulang Sulappei akan semakin terkenal dan silahkan dikenanakan oleh kaum perempuan, dan pasti kesannya lebih cantik,” ujar Ria Telembanua.

BACA JUGA  Hanya 4 Hotel di Kawasan Danau Toba Manfaatkan IPAL PDAM Tirtanadi

Menurut Ria, festival kali ini mengusung tema “Inspiring Danau Toba”, yang bermakna bagaimana seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat bisa bekerja sama, berinspirasi, membuat ide, buah pikiran, gerak hati, kreatifitas terhadap pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak sudah terpecahkan, menurut Ria, ada banyak acara yang akan digelar untuk memeriahkan festival. Di antaranya, Lomba Ucok Butet, Koor Raksasa, Tari Kolosal Saoan, Tari Kolosal Multi Etnik, Pelepasan Balon dan Lampion, Hiburan Rakyat, Lomba Paduan Suara, Lomba Solubolon, Lomba Fotografi, Lomba Vokal Grup, Pameran UKM dan lainnya.

Tidak hanya kegiatan seni dan budaya saja. Ada agenda lomba lari 10K yang pesertanya tidak hanya berasal dari dalam negeri. Hal ini tentu akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Toba pada saat FDT berlangsung.

“Dengan agenda-agenda FDT yang ada, kita harapkan wisatawan mancanegara meningkat jumlahnya, wisatawan domestik juga,” harapnya. (ts-02)

Loading...
loading...