Derita Shelisa sebelum Ditemukan jadi Kerangka di dalam Septic Tank Mertua

3076

tobasatu.com, Yogyakarta | Polisi masih terus mendalami penemuan kerangka Shelisa di dalam septic tank mertuanya, Waluyo. Sejumlah fakta pilu pun terungkap. Ternyata, semasa hidupnya, korban pernah mengaku disunduti rokok dan ingin pisah dari suaminya, Edi Susanto.

Fakta pilu tersebut disampaikan oleh ibu Sheli, Anik Maidarningsih (51) yang tinggal di Kampung Badran, Bumijo, Jetis, Yogyakarta.

“Ya pernah dikasari sampai pernah dislomoti (disundut) rokok (sama Edi). Kadang-kadang nangis ingin pisah, tapi saya sebagai orang tua ya hanya memberi nasihat,” kata Anik, Kamis (26/12/2019).

“Saya tidak pernah menyangka marahnya Edi sampai (tega) sama anak saya. Sudah anak saya lebih baik dikembalikan ke rumah,” ujarnya kelu.

Masih menurut Anik, anaknya menikah dengan Edi pada 2006 silam dan belum memiliki anak. Semasa Sheli masih hidup, mereka sering menjenguk Anik. sejak 2009, Anik tak lagi mendapat kabar tentang Sheli. Pernah dicoba ditanya pada menantunya.

“Ya bilangnya pergi, yang bilang ya keluarga sana (Edi). Tapi tidak pernah cerita pergi ke mana, tapi cuma bilang (Sheli) pergi bawa uang Rp 300 ribu,” paparnya.

Misteri raibnya Sheli mulai terungkap pada Minggu (22/12). Kerangka Sheli ditemukan salah seorang pekerja yang tengah memperbaiki saluran septic tank milik mertuanya, Waluyo.

Anik pun kini pasrah setelah mengetahui anaknya meninggal dengan nahas. Dia berharap kasus ini bisa diselesaikan lewat jalur hukum.

Di sisi lain, polisi mengatakan Sheli diduga meninggal karena dibunuh. Petunjuk pelaku pembunuhan Sheli mengarah ke Edi.

“Dugaan kami ada indikasi pembunuhan. Kalau untuk memastikannya kami masih memperdalam dari keterangan saksi-saksi untuk arah itu, karena mantan suaminya bunuh diri, terus ada surat wasiat dia (Edi Susanto) menyusul Ayu Shelisa kami perdalam lagi,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya.

BACA JUGA  Korban Dihabisi Teman Sendiri Hanya Karena Uang Rp 500 Ribu

Meski sudah mengarah ke Edi, Riko tak menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Dia masih bakal memeriksa saksi-saksi untuk memastikan keterlibatan pihak lain.

“Iya ditutup, karena pelakunya meninggal dunia. Nah, sebelum kami tutup, kami kembangkan kasus ini apakah ada yang membantu Edi (saat diduga membunuh Shelisa),” ujar Riko.(ts/sumber dc)

Loading...
loading...