2,32 Juta Uang Elektronik Beredar di Sumut Selama 2019

444
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat berbicara dalam acara Bincang Bareng Media Review Ekonomi 2019 dan Prospek 2020 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Kamis (9/1/2020).

tobasatu.com, Medan | Masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) tampaknya mulai melek dengan fintech. Pasalnya, penggunaan uang elektronik (UE) mengalami peningkatan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada bulan November 2019, total UE yang beredar di Sumut sebanyak 2,32 juta UE.

Jumlah itu, sebanyak 61% persen UE beredar di Kota Medan, disusul Deli Serdang, Binjai dan Pematangsiantar. Jumlah ini meningkat dari Oktober 2019 yang hanya 2,11 juta UE. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat dalam acara Bincang Bareng Media Review Ekonomi 2019 dan Prospek 2020 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Kamis (9/1/2020).

Lanjutnya, mayoritas UE yang beredar merupakan 79% server-based dan 53% UE registered. “Dari sisi volume transaksi UE, pada bulan November 2019 terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 22,18% (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut diprediksi disebabkan oleh semakin tingginya persaingan promo antar pemain UE,” ungkapnya.

Dari sisi perkembangan agen, jelas dia, jumlah agen layanan Keuangan Digital (LKD) meningkat dari 15.661 pada bulan Oktober 2019 menjadi 18.021 pada bulan November 2019. Namun dari sisi transaksi, nominal transaksi melalui agen LKD di bulan November 2019 mengalami sedikit penurunan menjadi 1,0 T dari 1,07 T pada bulan sebelumnya. Mayoritas transaksi adalah Transfer dan Payment (52%) diikuti Top up (47%).

¬†Jumlah pengguna kartu ATM mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dikarenakan preferensi masyarakat yang cenderung beralih ke mobile banking. Sedangkan jumlah Kartu ATM/D dan Kartu Kredit masih terus meningkat. “Peningkatan jumlah kartu kredit diakibatkan oleh banyaknya perbankan yang memanfaatkan momen menjelang Natal dan Tahun Baru untuk mengintensifkan pemasaran produk kartu kredit,” tutur dia.

Dari sisi nominal transaksi, kata Wiwiek, kartu ATM/D pada bulan November 2019 mengalami penurunan sebesar 2,84% (mtm). Begitu juga dengan transaksi kartu kredit yang mengalami sedikit penurunan sebesar 1,79% (mtm) meskipun bila dilihat secara tahunan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 2,63% (yoy).

Dijelaskanya, untuk mendorong penggunaan sistem pembayaran non tunai, BI akan mensosialisasikan kewajiban penggunaan QR Code Indonesia Standard (QRIS )untuk seluruh pembayaran melalui kanal QR Code di Indonesia terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020. QRIS adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). (ts-24)

BACA JUGA  Perekonomian Sumut Diprediksi Bakal Menguat
Loading...
loading...