Bawaslu Asahan Kecolongan, Sejumlah Oknum Panwascam Terindikasi ‘Double Job’

562
Pelantikan Panwascam Kabupaten Asahan.

tobasatu.com, Asahan | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Asahan kecolongan. Pasalnya, sejumlah oknum anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) yang telah ditetapkan tersebut terindikasi memiliki pekerjaan rangkap alias double job di dua instansi yang berbeda.

Ketua Lembaga Pengawas Aparatur Negara dan Swasta Kabupaten Asahan, Zainul Azhar mengatakan, dengan ditemukannya double job tersebut, membuktikan bahwa rekrutmen calon panwascam di Bawaslu Asahan tidak profesional.

“Pasca dilantiknya anggota Panwascam tersebut, kami langsung memantau dan menelusuri sejumlah nama anggota  Panwascam yang dilantik itu, hasilnya, beberapa oknum Panwascam terpilih terindikasi kuat double job,” ungkap Zainul Azhar, Senin (13/1/2020).

Menurut Zainul, beberapa oknum Panwascam terpilih itu double job, seperti menjadi pendamping di berbagai program kegiatan pemerintah, baik pusat maupun program pemerintah daerah.

“Selain itu, terdapat juga yang menjadi dosen, BPD, guru penerima sertifikasi dan lain sebagainya,” tegasnya.

Sampai saat ini, lanjut Zainul Azhar, pihaknya masih akan terus menelusuri permasalahan ini. Tidak menutup kemungkinan masih akan bertambah jumlahnya.

“Temuan terkait ditemukannya beberapa oknum anggota Panwascam yang diduga double job ini secepatnya akan dilaporkan kepada pihak DKPP Pusat di Jakarta,” terangnya.

Senada, salah seorang aktivis di Asahan, Eddy Berando sangat menyayangkan adanya beberapa oknum Panwascam yang dinilai double job tersebut.

“Perlu diketahui, dari sejumlah persyaratan yang dibuat Bawaslu Asahan di dalam perekrutan anggota Pawascam tersebut, terdapat beberapa poin diantaranya, Calon Panwascam harus bersedia bekerja penuh waktu. Mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau di badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Eddy, sejumlah oknum anggota Panwascam yang telah dilantik oleh Bawaslu Asahan, saat ini masih tercatat masih aktif sebagai pendamping di berbagai program kegiatan pemerintah, baik pusat maupun program pemerintah daerah, dosen, BPD, guru penerima sertifikasi dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Terkait Oknum Panwascam 'Double Job' Bawaslu Asahan akan Dilaporkan ke DKPP RI

Dikonfirmasi terkait dugaan kurang ketatnya seleksi rekrutmen, sehingga beberapa anggota anggota yang double job, salah seorang anggota Komisioner Bawaslu Asahan, Ibnu Azhar SH langsung membantahnya.

“Seleksi Panwascam yang dilakukan oleh Bawaslu Asahan itu sudah sesuai dengan prosedur,” ungkap Ibnu ketika dikonfirmasi melalui via telepon seluler.

Dirinya juga menghimbau kepada wartawan untuk membuat surat resmi terkait permasalahan tersebut kepada pihak Bawaslu Asahan.

“Tolong buat surat resmi terkait permasalahan tersebut. Oh iya, permasalahan ini akan saya bicarakan terlebih dahulu dengan ketua Bawaslu Asahan,” ujarnya. (ts-23)

Loading...
loading...