Pemkab dan Pemko Gelar Seminar Nasional Tentang Sedimentasi Dua Sungai

455
Seminar Nasional tentang Sedimentasi di Sungai Asahan dan Sungai Silau.

tobasatu.com, Asahan | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Balai dan LPPM USU menggelar Seminar Nasional Tentang Sedimentasi di Sungai Asahan dan Sungai Silau.

Inisiator sekaligus tokoh masyarakat Febriandi Saragih mengatakan, seminar ini dilatarbelakangi oleh buruknya kondisi eksisting sedimentasi di Sungai Asahan yang meresahkan.

“Banyak kajian yang mendukung pernyataan ini, salah satunya dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU)
yang menyimpulkan bahwa timbulan sedimentasi disepanjang Sungai Asahan berkontribusi terhadap perusakan lingkungan, berdampaknya layunya ekonomi dan problematika sosial,”terangnya di Aula Hotel Sabty Garden Kisaran, Senin (13/1).

Masalah tersebut bisa diatasi jika dilakukan dengan mengeruk sedimentasi. Namun, bila itu dilakukan terdapat tantangan dan hambatan.”Permasalahan ini sudah dicoba untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. Tapi, sampai sekarang belum terlihat progres yang positif,” ucapnya lagi.

Sementara, Bupati Asahan, H Surya Bsc menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian dari Balai pengkajian dan penerapan teknologi pada tahun 2013 lalu, volume sedimentasi sebesar 10.185. 308 meter kubik, sehingga mengakibatkan pendangkalan sungai, daya tampung sungai yang menurun, sehingga air meluap kepermukiman masyarakat dan terjadilah banjir pada khususnya pada waktu-waktu curah hujan tinggi.

Pada tahun 2018 lalu, banjir Sungai Asahan terjadi 15 kali pada 6 titik dengan tinggi rata-rata genangan 80 cm, total luas areal pemukiman yang tergenang seluas 173. 910 meter kubik persegi dengan jumlah rumah sebanyak 2.541 unit, panjang jalan lingkungan yang rusak sepanjang 9. 175 meter dan 3 unit jembatan yang rusak, jumlah sekolah yang rusak sebanyak 8 unit, jumlah penduduk yang sakit sebanyak 78 orang dengan 10 kasus penyakit, dan sebanyak 500 nelayan terganggu perekonomiannya.

BACA JUGA  Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembuangan Bayi ke Sungai

“Oleh karena itu, sedimentasi pada Sungai Asahan ini sudah sangat penting untuk segera ditangani dan diubah agar menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis, sehingga nantinya dapat mendongkrak perekonomian di Kabupaten Asahan,”ujarnya.

Sedangkan Prof. Dr. Ir. Darma Bhakti MS melihat kondisi Sungai Asahan dan Sungai Silau yang sudah kritis dan berbahaya. Berharap Pemerintah Pusat untuk memberikan izin pengerukan. Untuk biaya pengerukan dapat diminimalkan apabila dilakukan pihak swasta atau PT. Pelindo bekerjasama dengan swasta.

“Sungai yang telah dikeruk bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kewisata air atau wisata pulau sedimentasi yang akan menarik wisatawan. Tour of the river Asahan bisa dikembangkan yang dimulai dengan membuat jalur sepeda sepanjan turap dan bisa diteruskan diatas tanggul pencengah banjir. Dibeberapa tempat dapat dibangun tempat pebabatan perahu, cafe dan taman anak-anak serta kios oleh-oleh khas Tanjung Balai dan Asahan yang teratur yang disediakan Pemerintah dengan sewa.”

kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Hidup dan Kehutanan RI, Perwakilan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Perwakilan Menteri Perdagangan RI, Menteri Perhubungan, Ditreskrimsus Kombes Pol. Rony Samtana, SIK, MTCP, Bupati Asahan, Walikota Tanjung Balai, Dandim 0208 Asahan, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Kapolres Asahan, Kapolres Tanjung Balai, Ketua DPRD Asahan, Ketua DPRD Tanjung Balai, Perwakilan Kajari Asahan, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Anggota DPRD Kab. Asahan dan Tanjung Balai serta tamu undangan lainnya.(ts23)

Loading...
loading...