Aniaya Istri Siri, Pedagang Es Kelapa Pindah Tempat Tidur di Sel Polisi

1448
Tersangka Dan Barang Parang Panjang

tobasatu.com, Pancurbatu | Pedagang es kelapa, Andi Wahyudi (31) harus pindah tempat tidur di sel Polisi. Pasalnya, warga asal Siantar yang ngontrak di Perumahan Awila Recidence, Desa Namo Bintang, Kec Pancurbatu, Kab Deli Serdang, telah melakukan pengancaman dan penganiayaan terhadap istri sirinya.

Data yang dihimpun wartawan Rabu (15/1) siang Jam 13.00 Wib, aksi penganiayaan dan pengancaman yang dilakukan tersangka terhadap istrinya, Melati (43) terjadi di pinggir Jalan perumahan Awila Recidence Desa Namo Bintang.

Saat itu, korban yang masih ada di atas sepeda motor miliknya didatangi tersangka dan menyuruhnya untuk membersihkan rumah. Perintah tersebut tidak dilakukan oleh korban. Hal ini membuat tersangka jadi marah. Kepala korban langsung dipukul dan mengancamnya dengan menggunakan sebilah parang panjang kearah korban.

Merasa takut dengan ancaman tersangka, korban lari dan menghubungi keluarganya.

Takut dilaporkan korban kepada keluargannya yang merupakan anggota Polisi dan mantan kanit reskrim Polsek Pancurbatu.

Tersangka memilih pergi meninggalkan korban. Setelah beberapa saat dihubungi korban, pihak keluarga bersama anggota kepolisian sektor Pancurbatu tiba dilokasi dan mengejar tersangka.

Tersangka akhirnya berhasil diamankan disalah satu warung tak jauh dari rumah tempat ia mengontrak.

Bersama barang bukti parang panjang, tersangka diboyong ke komando untuk dilakukan proses lanjut.

Kapolsek Pancurbatu AKP Dedi Dharma SH yang dikonfirmasi melalui kanit reskrimnya Iptu Pol Suhaily A Hasibuan SH MH membenarkan peristiwa penganiayaan dan pengancaman terhadap Melati.

“Saat ini tersangka telah kita jebloskan kebalik jeruji besi sambil menunggu berkasnya kita limpah kekejaksaan,” ujar Suhaily A Hasibuan SH MH. (ts-21)

BACA JUGA  Sejak Pandemi Covid-19, Satu Keluarga di Medan Selayang Cuma Makan Pakai Penyedap Rasa
Loading...
loading...