Terkait Oknum Panwascam ‘Double Job’ Bawaslu Asahan akan Dilaporkan ke DKPP RI

1600
Pelantikan Panwascam

tobasatu.com, Asahan | Polemik sejumlah anggota Panwascam yang diduga double job masih terus berlanjut. Bahkan kasus ini akan dilaporkan ke Dewan Kehomatan Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI)

Ketua LSM Pengawas Aparatur Negara dan Swasta Kabupaten Asahan, Zainul Azhar menjelaskan, pihaknya bersama dengan sejumlah tokoh aktivis di Kabupaten Asahan bersikukuh akan melaporkan pihak Bawaslu Asahan ke DKPP RI, terkait adanya dugaan pelanggaran di dalam proses rekrutmen Panwascam pada beberapa waktu lalu.

“Sejumlah data sudah kami kumpulkan, disamping itu, kami lagi menyusun materi atas laporan tersebut ke DKPP RI,” terang Zainul didampingi sejumlah tokoh aktivis Asahan, Rabu (15/1).

Zainul menegaskan berdasarkan hasil konsultasi, ada beberapa materi yang perlu dlengkapi terkait adanya dugaan double job oleh beberapa oknum anggota Panwascam terpilih sekarang, masih ada menerima tunjangan sertifikasi profesi, menjadi Pendamping Desa (PD), menerima sertifikasi profesi dan Dosen dan profesi lain sebagainya.

Ia menambahkan, dalam UU Pemilu sudah jelas, pihak penyelenggara pemilu harus bekerja sepenuh waktu.

Hal senada juga diungkapkan, salah seorang aktivis di Kabupaten Asahan, Eddy Berando. “Selain ke DKPP RI, pihaknya juga akan melaporkan kejadian tersebut ke Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia.”

Laporan itu bertujuan untuk menguji penerapan UU Pilkada tahun 2016 dan UU Nomor 7 Tahun 2017 ayat 1 huruf M dengan dugaan pelanggaran Pasal 135 ayat 2 huruf b tentang melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik.

“Pada Pasal 117 ayat 1 huruf M itu tentang penyelenggara pemilu bersedia bekerja penuh waktu yang dibuktikan dengan surat pernyataan. Namun kenyataannya, Bawaslu Asahan ini banyak meluluskan anggota Panwascam yang disinyalir double job. Dengan kata lain, diduga adanya ketidak konsistenan oleh pihak Bawaslu Asahan ini, ” jelas Eddy.

BACA JUGA  Sosialisasi Pakem untuk Kadus dan Kepling Dibuka, Masyarakat Berperan dalam Menjaga Keharmonisan di Lingkungan

Terpisah, ketua Bawaslu Asahan, Khomaidi Hambali Siambaton mengungkapkan, seleksi Panwascam yang dilakukan oleh Bawaslu Asahan dinilai sudah sesuai dengan prosedur.

“Saya minta kerjasamanya dengan abangda selaku wartawan agar memberikan bukti terkait adanya oknum Panwascam yang disinyalir double job tersebut, agar saya bisa membuat tindakan,” ungkap Khomaidi ketika dikonfirmasi melalui via telepon seluler.

Dirinya juga tidak menyalahkan jika ada pihak – pihak yang ingin melaporkan permasalahan ini kepada pihak DKPP RI. “Silahkan saja apabila permasalahan ini mau dilaporkan kepada pihak DKPP RI, ” terangnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Asahan tampaknya kecolongan, pasalnya, beberapa oknum anggota Panwascam (Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan red) yang telah ditetapkan tersebut terindikasi rangkap bekerja alias double job di dua instansi yang berbeda.(ts21)

Loading...
loading...